DPRD Dukung Jokowi Tak Beri Uang Kerahiman di Waduk Pluit

Kompas.com - 13/05/2013, 19:20 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta mendukung langkah Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk tidak memberikan uang kerahiman kepada warga bantaran Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Langkah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk merelokasi warga ke rumah susun dianggap sudah cukup.

Sebagian warga yang tinggal di area Waduk Pluit menuntut Jokowi memberikan ganti rugi yang cukup sebelum memindahkan warga dari lokasi tersebut. Tuntutan warga itu ditolak oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta karena warga tersebut dianggap telah menyerobot tanah negara.

"Masyarakat boleh marah kalau Gubernur (Jokowi) tidak kasih kompensasi berupa tempat tinggal yang lebih baik. Mereka kan butuh tempat untuk tinggal," kata anggota Komisi D DPRD DKI Jakarta, M Sanusi, saat dihubungi wartawan di Balaikota Jakarta, Senin (13/5/2013).

Menurut Sanusi, jika masyarakat diberi uang kerahiman, mereka akan kembali membangun tempat tinggal liar di tempat lain. Ia menilai tepat jika Pemprov DKI merelokasi warga ke rusun dengan segala kemudahannya.

"Jokowi merasa enggak perlu ada kerahiman lagi karena sudah ada rumah susun. Kalau masyarakat minta kerahiman ini pasti ada 'main-main' lagi. Menurut saya, Jokowi sudah benar," kata Sanusi.

Hingga kini, upaya merelokasi warga Waduk Pluit itu masih menemui kendala. Warga setempat meminta bantuan kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia terkait cara-cara Pemprov DKI yang menggusur warga tanpa melakukan dialog terlebih dahulu. Di lain pihak, Jokowi mengatakan telah lebih dari 10 kali berdialog dengan kelompok warga meskipun warga di kelompok itu selalu berbeda-beda keinginan. (Bintang Pradewo)

 

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

    Jubir Pemerintah: Sesuai Rekomendasi WHO, Mulai Hari Ini Semua Gunakan Masker

    Megapolitan
    DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

    DKI Minta Pusat Perpanjang Waktu Pendataan Pekerja yang Kena PHK dan Dirumahkan

    Megapolitan
    Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

    Pesanan Baju Merosot, Konveksi Rumahan di Jakarta Utara Kebanjiran Pesanan Masker Kain

    Megapolitan
    Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

    Imbas Covid-19, 162.416 Pekerja Lapor Kena PHK dan Dirumahkan

    Megapolitan
    Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

    Warga Kembangan Pesan Makanan di Warteg untuk Dibagikan Gratis

    Megapolitan
    Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

    Akan Tawuran Saat Warga Lain Diam di Rumah, 4 Pemuda Ditangkap

    Megapolitan
    Jalan Sepi Banyak Digunakan Kebut-kebutan, Polisi: Fatalitas Kecelakaan Meningkat

    Jalan Sepi Banyak Digunakan Kebut-kebutan, Polisi: Fatalitas Kecelakaan Meningkat

    Megapolitan
    Truk Sembako Terguling di Jalan Raya Pondok Gede

    Truk Sembako Terguling di Jalan Raya Pondok Gede

    Megapolitan
    Pasar Tanah Abang Beroperasi Lagi Mulai Besok, Buka Pukul 08.00-14.00

    Pasar Tanah Abang Beroperasi Lagi Mulai Besok, Buka Pukul 08.00-14.00

    Megapolitan
    Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

    Pedagang Pasar Kemiri Kembangan Utara Diminta Patuhi Imbauan Kurangi Aktivitas

    Megapolitan
    Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

    Mulai 12 April, Penumpang Transjakarta, MRT, LRT Wajib Pakai Masker

    Megapolitan
    18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

    18 Orang Ditangkap karena Berkerumun Saat Ada Wabah Covid-19

    Megapolitan
    Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

    Dampak Covid-19, Sebanyak 139.288 Pekerja di Jakarta Kena PHK dan Dirumahkan

    Megapolitan
    Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

    Abaikan Imbauan Pemerintah, Warga Padati Pasar Kemiri Kembangan Utara

    Megapolitan
    [UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

    [UPDATE]: Sebaran 1.071 Pasien Positif Covid-19 di 191 Kelurahan Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X