Setahun Berlalu, Korban Percobaan Perkosaan Tuntut Pelaku Ditahan

Kompas.com - 13/05/2013, 20:57 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Setelah satu tahun berlalu, kasus percobaan perkosaan oleh seorang pengusaha di sebuah apartemen di kawasan Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, bakal segera disidangkan. Berkas kasus tersebut dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta pekan lalu.

Kasus percobaan perkosaan itu menimpa seorang wanita berinisial SYS (38) dengan tersangka SW (52). Kejadiannya berlangsung pada 3 Mei 2012 di sebuah apartemen di kawasan Sudirman.

"Ya, berkasnya sudah dinyatakan P21 sejak minggu lalu," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, saat dihubungi, Senin (13/5/2013).

Secara terpisah, SYS menuturkan, percobaan perkosaan tersebut bermula dari kandasnya hubungan asmara antara pelaku dan korban. Hubungan cinta itu telah mereka bina selama empat tahun, tetapi akhirnya kandas pada Maret 2012.

Pelaku meminta korban untuk rujuk kembali. Namun, upaya tersebut dilakukan dengan cara memaksa. Korban menolak untuk kembali dengan pelaku. "Dia memaksa untuk berjalan kembali, tapi saya menolak. Itu beberapa kali dia memaksa," ujar SYS.

Pelaku kemudian melakukan kekerasan dengan menyeret korban di apartemen tersebut ke kamar yang disewa pelaku. Kebetulan keduanya sama-sama tinggal di apartemen tersebut, tetapi tinggal di kamar berbeda. Perlakuan pelaku saat itu terekam pada kamera CCTV, yang menurut korban dipasang sendiri oleh pelaku untuk memantau dirinya. Menurut korban, pelaku saat itu mencoba memerkosa dirinya. Korban menuturkan, pelaku turut melakukan penganiayaan dengan memukul, menginjak, dan menyekap mulutnya dengan menggunakan bantal.

"Dia mau saya melayani dia karena, menurut dia, saya dalam kondisi yang tidak stabil perlu dipuaskan. Kalau saya sudah dipuaskan, menurut dia, saya mau menerima dia kembali," ujar SYS.

Beruntung kejadian itu dapat dicegah setelah korban meminta tolong. Petugas keamanan apartemen kemudian mengamankan pelaku. Hari itu juga korban melaporkan kejadian tersebut di Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/1482/V/2012/PMJ/Ditreskrimum soal dugaan percobaan perkosaan tertanggal 3 Mei 2012.

"Di situ dia sempat ditahan 11 hari, tapi dibebaskan kembali. Hampir 1 tahun prosesnya baru P21," ujar korban.

Menurut korban, pelaku sempat memintanya untuk mencabut laporannya kembali, bahkan menjanjikannya dengan iming-iming uang. Namun, hal tersebut ditolak oleh korban. "Dia minta saya untuk cabut laporan. Iming-imingnya saya mau dikasih uang miliaran rupiah," aku SYS.

Perbuatan pelaku tidak hanya berhenti di situ. Menurut pengakuan korban, pelaku juga mengancam menyebarkan foto-foto tidak pantas korban melalui situs jejaring sosial jika korban tidak mencabut laporannya. Korban benar-benar tidak mau mencabut laporannya sehingga pelaku menyebarkan foto korban melalui Facebook. Akibat perbuatan itu, korban kembali melaporkan kejadian tersebut ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Metro Jaya dengan nomor laporan LP/3461/X/2012/PMJ/ Ditreskrimsus tentang pornografi.

"Itu sudah saya laporkan di Cyber Crime dan sudah menjadi tersangka," katanya.

Hari ini korban ditemani calon suaminya M (34) beserta kuasa hukumnya bermaksud mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengetahui kelanjutan kasus setelah berkas dinyatakan lengkap. Korban meminta agar pelaku segera ditahan karena ia merasa terbebani secara psikologis dengan keberadaan pelaku yang belum ditahan.

"Tujuan saya ke sini kan dibilangnya sudah P21. Itu saya mau mempertanyakan. Mungkin saya bisa memperoleh keadilan karena cukup satu tahun saya menanggungnya. Sudah pasti saya terganggu dan secara mental, trauma, juga malu. (Ini) jelas merusak kehidupan saya," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Pelaku Begal Sepeda di Jalan Latumenten Ditangkap Polisi, Satu Buron

Tiga Pelaku Begal Sepeda di Jalan Latumenten Ditangkap Polisi, Satu Buron

Megapolitan
Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Terdampak Pandemi, 50 Persen Musisi di Kota Bekasi Banting Setir Jadi Kurir hingga Sopir Ojol

Megapolitan
Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Eks Polisi Ditangkap, Menipu Modus Bisa Pinjamkan Rp 3 Miliar dari Bank Dunia

Megapolitan
Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Warga Korban Banjir Banding, Pemprov DKI Siap Menghadapi

Megapolitan
Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Pengamat: Anies Cenderung Rugi jika Pilkada Jakarta Digelar 2024

Megapolitan
Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Badut di Masa Pandemi, Hampir Setahun Menganggur hingga Jadi Tukang Las

Megapolitan
Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Kalah Saing hingga Omzet Merosot, Puluhan Pengusaha Warteg di Tangerang Gulung Tikar

Megapolitan
Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Wajib Uji Emisi Kendaraan di DKI Jakarta, Ini Syarat Lulus, Lokasi, dan Sanksi yang Mengintai

Megapolitan
Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Bocah 13 Tahun Hanyut Saat Main di Pinggir Sungai Ciliwung

Megapolitan
Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Polisi: Penjual Satwa Dilindungi Untung Rp 1 Juta-Rp 10 Juta Tiap Jual Satu Binatang

Megapolitan
Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Sudinkes Jaksel Klaim Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Masih Cukup

Megapolitan
Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Live Music Dilarang di Kota Bekasi, Para Musisi Gelar Ngamen Online hingga Beralih Profesi

Megapolitan
Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua, Wali Kota Airin: Enggak Ada Gejala Apa Pun

Megapolitan
Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Pasar Muamalah di Depok yang Terima Transaksi Dinar dan Dirham Tak Punya Izin

Megapolitan
F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

F-PKS: Mayoritas Fraksi DPRD DKI Dorong Pilkada Jakarta Digelar 2022

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X