Cegah Aksi Telanjang Dada, Satpol PP Perempuan Dikerahkan ke Waduk Pluit

Kompas.com - 14/05/2013, 00:20 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Sekitar 20 orang anggota Satpol PP perempuan ikut melakukan penjagaan di sekitar Waduk Pluit. Penjagaan tersebut untuk mengondisikan warga dari kalangan perempuan dan anak-anak yang berada di sekitar pengerukan Waduk Pluit.

"Hari ini dijaga sama Satpol PP perempuannya untuk mengondisikan warga yang perempuan. Apalagi kemarin ada ibu-ibu yang bertelanjang dada," kata Tuti Rahayu, anggota Satpol PP Kecamatan Kelapa Gading di Waduk Pluit, Senin (13/5/2013).

Tuti mengungkapkan, dirinya baru hari ini berjaga di sekitar Waduk Pluit. Biasanya dia hanya ikut menjaga lalu lintas di sekitar Kelapa Gading. Selama berjaga di waduk tersebut, Tuti sering mendengar umpatan warga yang tidak mau rumahnya digusur. Akan tetapi, dia ditugaskan supaya tidak terhasut dengan kekesalan warga.

Dia melanjutkan, kehadirannya di Waduk Pluit memang hanya untuk mengondisikan keadaan kaum perempuan dan anak-anaknya saja. Mereka tidak boleh bersikap anarkistis kepada warga di sekitar Waduk Pluit.

Selain 20 orang Satpol PP Perempuan, pihak Wali Kota juga menurunkan 120 orang Satpol PP laki-laki yang terdiri dari 6 kecamatan di Jakarta Utara.

Di sekitar waduk tersebut juga terlihat banyak anggota kepolisian dan Brimob dari Polda Metro Jaya. Menurut Wakil Kapolsek Penjaringan, Lilik Iryanto, terdapat 30 orang anggota dari Polsek Penjaringan, 30 orang dari Polres Jakarta Utara, dan 80 orang dari anggota Brimob Polda Metro Jaya.

"Jadi jumlahnya ada 140 orang. Anggota Brimob ada yang bermalam di sini untuk melakukan penjagaan," kata Lilik.

Pantauan Kompas.com, terlihat beberapa backhoe (alat berat) di sekitar Waduk Pluit. Dua buah tenda di sekitar pengerukan waduk juga berada di pinggir jalan untuk tempat menginap anggota Brimob Polda Metro Jaya.

Selain itu, warga yang menolak penggusuran juga tak sedikit yang mengumpat anggota keamanan di lokasi tersebut.

Perlu diketahui, pada Minggu (12/5/2013) kemarin, warga melakukan aksi sweeping alat berat di bantaran Waduk Pluit. Mereka khawatir alat berat tersebut digunakan untuk melakukan pembongkaran di rumah mereka.

Saat aksi digelar, tiba-tiba seorang warga nekat membuka bajunya hingga bertelanjang dada. Dia menolak rencana penggusuran permukiman penduduk di bantaran waduk tanpa ada sosialisasi.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Banjir di Kampung Melayu Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

    Banjir di Kampung Melayu Surut, Warga Mulai Bersih-bersih Rumah

    Megapolitan
    TNI AU: Ledakan TNT di Halim merupakan Tradisi Penyambutan Prajurit Baru

    TNI AU: Ledakan TNT di Halim merupakan Tradisi Penyambutan Prajurit Baru

    Megapolitan
    Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Patriot Bekasi Penuhi Standar Rumah Sakit

    Wali Kota Pastikan Penanganan Pasien Covid-19 di RSD Patriot Bekasi Penuhi Standar Rumah Sakit

    Megapolitan
    49 RT di DKI Jakarta Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 10 hingga 80 Sentimeter

    49 RT di DKI Jakarta Masih Terendam Banjir dengan Ketinggian 10 hingga 80 Sentimeter

    Megapolitan
    Sumber Dentuman di Jakarta Terjawab, TNI AU Sebut Itu Efek Ledakan TNT pada Kegiatan Paskhas

    Sumber Dentuman di Jakarta Terjawab, TNI AU Sebut Itu Efek Ledakan TNT pada Kegiatan Paskhas

    Megapolitan
    [UPDATE] 23 Jalan di Jakarta Barat yang Masih Terendam pada Selasa Pagi

    [UPDATE] 23 Jalan di Jakarta Barat yang Masih Terendam pada Selasa Pagi

    Megapolitan
    Anies: Pemprov DKI Terapkan Protokol Covid-19 di Lokasi Pengungsian Korban Banjir

    Anies: Pemprov DKI Terapkan Protokol Covid-19 di Lokasi Pengungsian Korban Banjir

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Katulampa Siaga 1 dan Banjir Kiriman di Jakarta | Suara Dentuman Kembali Terdengar Kemarin

    [POPULER JABODETABEK] Katulampa Siaga 1 dan Banjir Kiriman di Jakarta | Suara Dentuman Kembali Terdengar Kemarin

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

    Pemkot Bekasi Usul Tambah Fasilitas RSD Patriot ketimbang Sewa Hotel untuk Isolasi Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Daftar 32 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir Pagi Ini

    Daftar 32 Ruas Jalan di Jakarta yang Masih Terendam Banjir Pagi Ini

    Megapolitan
    [Update Covid-19 di Depok]: 50 Kasus Baru, 97 Pasien Pulih

    [Update Covid-19 di Depok]: 50 Kasus Baru, 97 Pasien Pulih

    Megapolitan
    22 RT di Kembangan, Jakarta Barat, Masih Terendam Banjir Selasa Pagi Ini

    22 RT di Kembangan, Jakarta Barat, Masih Terendam Banjir Selasa Pagi Ini

    Megapolitan
    Antisipasi Ciliwung Meluap, 515 Warga Pengadegan Diungsikan

    Antisipasi Ciliwung Meluap, 515 Warga Pengadegan Diungsikan

    Megapolitan
    BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi Hari Ini

    BMKG: Jabodetabek Diguyur Hujan dengan Intensitas Bervariasi Hari Ini

    Megapolitan
    Pemkot Bekasi Akan Pasang Layanan Netflix di Ruang Isolasi di Stadion Patriot agar Pasien Covid-19 Tak Jenuh

    Pemkot Bekasi Akan Pasang Layanan Netflix di Ruang Isolasi di Stadion Patriot agar Pasien Covid-19 Tak Jenuh

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X