Satpol PP Garuk Pedagang Kopi di Sekitar Kantor Jokowi

Kompas.com - 14/05/2013, 10:28 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menertibkan pedagang kopi keliling yang biasa berjualan di sekitar kantor Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Selasa (14/5/2013) pagi. Para pedagang pun hanya bisa pasrah karena sepeda yang dimodifikasi untuk berjualan kopi diangkut paksa ke truk.

Muhammad Harif (20), salah seorang pedagang kopi keliling yang telah dua tahun berjualan di sekitar gedung Balaikota itu, mengungkapkan, semula petugas Satpol PP berkeliling di seputar Jalan Kebon Sirih hingga Jalan Merdeka Selatan. Ia pun tak menyangka sepeda modifikasi yang digunakan untuk menjual kopi digaruk oleh petugas.

"Sejam lalulah kejadiannya (pukul 08.00 WIB). Saya lagi nganter kopi, terus pas saya lihat ke belakang, sepeda saya sudah diangkut Satpol PP," ujarnya kepada Kompas.com.

Abdul (34), pedagang kopi keliling lain yang sepedanya ikut digaruk Satpol PP, mengatakan, ada sekitar tiga sepeda kopi keliling yang diangkut Satpol PP ke dalam truk. Abdul pun pusing bagaimana mengambil kembali sepeda yang disita oleh Satpol PP. Sebab, tak ada yang bisa dilakukan, ia pun hanya  pasrah.

"Saya belum pernah kena sebelumnya. Cuma katanya susah ngambilnya lagi," ujarnya.

Beberapa waktu lalu, kata Abdul, telah diadakan sosialisasi terkait pelarangan berjualan menetap kepada para pedagang kopi keliling yang berjualan di seputar Balaikota, area Gubernur DKI berkantor. Abdul pun meyakini Satpol PP salah sasaran karena pedagang kopi yang digaruk tak menetap.

"Saya kan keliling jualannya, enggak menetap di sini. Cuma karena di sini banyak yang beli, jadi saya sebentar aja ke sininya," lanjut Abdul.

Pantauan Kompas.com, akibat ditertibkannya tiga buah sepeda kopi keliling tersebut, para pedagang kopi yang lainnya tampak berlarian untuk bersembunyi. Beberapa dari mereka tampak bersembunyi di gang-gang di Jalan Kebon Sirih sambil mengintip apakah Satpol PP masih berkeliling atau tidak.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Teladan Toleransi dari Pinggir Kota Jakarta...

    Teladan Toleransi dari Pinggir Kota Jakarta...

    Megapolitan
    IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh, Kalau Berlangsung Lama, Tenaga Medis Capek

    IDI Jakarta: RS Rujukan Covid-19 Penuh, Kalau Berlangsung Lama, Tenaga Medis Capek

    Megapolitan
    Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

    Dua Pekan PSBB Transisi: Anies-Ariza Positif Covid-19 hingga Tingginya Kasus Aktif

    Megapolitan
    3 Pencuri Sepeda Motor di Kalideres Ditangkap, 2 Orang Ditembak karena Melawan

    3 Pencuri Sepeda Motor di Kalideres Ditangkap, 2 Orang Ditembak karena Melawan

    Megapolitan
    Fakta Kasus Narkoba Iyut Bing Slamet, Syok Ditangkap Polisi hingga Kemungkinan Rehabilitasi

    Fakta Kasus Narkoba Iyut Bing Slamet, Syok Ditangkap Polisi hingga Kemungkinan Rehabilitasi

    Megapolitan
    Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

    Saat Lahan Pemakaman Korban Covid-19 di Jakarta Kian Menipis...

    Megapolitan
    PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

    PSI: Gubernur Anies Jadi Harapan Terakhir, Jika Usulan Kenaikan Gaji DPRD DKI Disetujui

    Megapolitan
    Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

    Kapolda Metro: Kerawanan Pilkada Depok dan Tangsel Sama

    Megapolitan
    Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

    Terus Melonjak, 1.360 Kasus Baru Covid-19 di Jakarta

    Megapolitan
    Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

    Untuk Pelaku UMKM, Ini Stimulus Pemprov DKI Jakarta yang Perlu Kalian Tahu

    Megapolitan
    2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

    2.407 Warga Depok Masih Positif Covid-19, Terbanyak Selama Pandemi

    Megapolitan
    Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

    Daftar 18 Artis yang Terjerat Narkoba dan Psikotropika Sepanjang 2020

    Megapolitan
    Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

    Meski di Tengah Pandmi, KPU Tangsel Targetkan Pemilih Mencapai 77 Persen

    Megapolitan
    Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

    Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

    Megapolitan
    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X