Kompas.com - 14/05/2013, 12:14 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Pedagang kopi keliling yang sepedenya terkena "garuk" aparat Satpol PP diminta tidak khawatir. Menurut Kepala Satpol PP Kukuh Hadi Santoso, sepeda mereka dapat diambil kembali. Meski demikian, pihaknya akan memeriksa kesalahan pedagang terlebih dahulu.

"Tergantung, kalau misalnya sudah beberapa kali tertangkap, kita tarik ulur dulu. Kalau tertangkap baru, tenang kita kembalikan," ujarnya saat dihubungi wartawan, Selasa (14/5/2013) pagi.

Sebelumnya, sepeda milik Muhammad Harif (20) dan Abdul (34), pedagang kopi keliling, dibawa petugas Satpol PP, Selasa pagi. Keduanya yakin Satpol PP salah sasaran. Pasalnya, berdasarkan sosialisasi sebelumnya, Satpol PP melakukan penertiban bagi pedagang yang jualan mangkal. Padahal, Harif dan Abdul tidak jualan menetap.

Kukuh mengatakan, penertiban adalah bagian Operasi Praja Wibawa 2013 dengan instruksi langsung dari dirinya ke semua jajaran wilayah untuk melakukan penertiban.Tidak hanya menertibkan pedagang kopi keliling, kata Kukuh, petugasnya juga menertibkan pelanggaran lain.

"Kita mulai operasi ini jam kerja saja. Enggak cuma pedagang kopi, tapi anak jalanan, pengamen, yang corat-coret dan sebagainya," ujarnya.

Kukuh menegaskan, penertiban itu didasarkan pada Peraturan Daerah Nomor 5 Tahun 2011 tentang Ketertiban Umum. Kukuh pun berharap, dengan penertiban tersebut, tingkat pelanggar ketertiban umum di DKI Jakarta bisa berkurang.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X