Kompas.com - 14/05/2013, 12:32 WIB
|
EditorRobert Adhi Ksp

TANGERANG, KOMPAS.com - Sidang perkara dugaan penculikan puteri Musdalifah dan Nazar KDI, yaitu Siti Nurjanah (9) atau Nana dengan tersangka Fadlun Hariyanto (30) mulai digelar di Pengadilan Negeri Tangerang, Kota Tangerang, Senin (13/5).

Jaksa penuntut umum (JPU) mendakwa tersangka dengan pasal berlapis dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.

Dalam sidang yang dipimpin majelis hakim Grechard Pasaribu, JPU Dian Hardiman menjelaskan, tersangka diberikan dakwaan primer, yakni Pasal 328 KUHP junto Pasal 55 karena melakukan penculikan lebih dari satu orang.

Dalam melakukan aksinya, tersangka Fadlun tidak sendirian. Tersangka melakukan bersama Asep Suhendar (masih buron). Sedangkan untuk pasal subsider, tersangka didakwa Pasal 330 KUHP junto 55 dan Undang Undang Perlindungan Anak, Pasal 80 (1) UU No 23 Tahun 2002.

Fransiska Indra Sari, penasehat hukum tersangka mengatakan keberatan dengan dakwaan JPU.

"Yang dibacakan jaksa bahwa motif klien kami menculik karena melihat kekayaan Musdalifah dan Nassar KDI di televisi saat pertunangan mereka. Sebenarnya bukan pertunangan, tetapi saat acara pernikahan keduanya Musdalifah," kata Fransiska.

Sidang lanjutan dengan agenda pembacaan eksepsi atau keberatan terhadap dakwaan JPU akan digelar Senin (20/5) pekan depan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X