Kompas.com - 14/05/2013, 14:52 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir Komisaris Joko Waluyo mengatakan, tidak ada uang yang hilang saat pembobolan anjungan tunai mandiri (ATM) Bank DKI di Kompleks Balaikota DKI Jakarta. Hanya saja, pintu brankas ATM tersebut rusak sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Joko menjelaskan, percobaan pembobolan ATM Bank DKI di gedung F tempat Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama bekerja dilakukan dengan cara mencongkel pintu ATM menggunakan benda tumpul.

"Kronologis kejadiannya dengan mencongkel pintu, namun belum sempat membobol ATM. Tidak ada yang hilang," ujarnya saat dihubungi, Selasa (14/5/2013).

Saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait kasus pembobolan ATM di Kompleks Balaikota tersebut, termasuk memeriksa CCTV yang mati. Garis polisi pun sudah terpasang di mesin ATM tersebut.

Mesin ATM Bank DKI di kompleks Balaikota Jakarta itu diduga hendak dijarah pada pukul 15.00, Senin (13/5/2013). Bagian rangka depan mesin ATM tampak rusak seperti bekas dicongkel.

Dari pantauan Kompas.com, mesin ATM itu terdiri dari dua bagian, yakni bagian penyimpan uang di bagian bawah dan bagian tombol di bagian atas. Keduanya dilapisi dengan rangka baja bertebalan sekitar 5 sentimeter.

Bagian itu dirusak sehingga rangka dan mesinnya terpisah. Pencongkelan rangka dari bagian belakang diduga menggunakan besi semacam linggis karena terdapat sebuah patahan dan sisa-sisa karat pada rangka itu.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X