Jokowi Jajaki Kemungkinan Pelayanan Satu Pintu

Kompas.com - 14/05/2013, 15:48 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo berencana membentuk lembaga pelayanan terpadu satu pintu. Menurut dia, terdapat hal-hal yang menjadi hambatan pembentukan lembaga yang disebut-sebut mampu memangkas birokrasi itu.

"Di DKI Jakarta, saya mau mengerti dulu kesiapan perangkat seperti apa," ujarnya seusai bertemu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Mobal (BKPM) Chatib Basri di Balaikota Jakarta, Selasa (15/5/2013) siang.

Berdasarkan pengalaman saat menjabat sebagai Wali Kota Surakarta, Jokowi berhasil membangun pelayanan terpadu satu pintu selama empat bulan. Ia mengatakan, saat itu ia membentuk sebuah lembaga pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Sebelum siap bekerja, lembaga PTSP ini diverifikasi oleh DPRD.

Jokowi mengklaim sistem pelayanan terpadu satu pintu di Surakarta mampu memangkas waktu perizinan investasi dari delapan bulan hingga menjadi 26 hari saja. Hal itu tampak dalam pengurusan surat izin usaha perdagangan (SIUP) atau tanda daftar perusahaan (TDP). Kinerja lembaga tersebut juga terus dievaluasi untuk memaksimalkan layanan. "Kita survei, oh, misalnya, masih jelek di IMB, ya, diperbaiki. Kalau masih terlalu lama, copot orangnya," kata Jokowi.

Yang paling penting, sistem pelayanan terpadu satu pintu mampu menghilangkan pungutan liar yang sebelumnya terjadi di sela-sela perizinan. Atas segala manfaat positif tersebut, Jokowi berharap, pekan depan akan mulai membuat konsep tentang lembaga PTSP itu. Hingga kini, draf pembentukan lembaga itu masih berada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah DKI Jakarta.

Pelayanan terpadu satu pintu sebenarnya bukan barang baru di dunia investasi di Indonesia. Jakarta menjadi pencetus pembuatan lembaga PTSP pada 2007 sebagai tindak lanjut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal, Peraturan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor 1 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2009 tentang Pelayanan Terpadu, dan Peraturan Kepala BKPM Nomor 12 Tahun 2009.

Dengan pelayanan satu pintu itu, pembuatan izin usaha dapat berjalan cepat, mudah, transparan, bebas dari biaya tidak resmi, ada kepastian hukum, dan pelayanan profesional. Meski menjadi pionir, Jakarta justru disalip oleh daerah lain, misalnya Jawa Timur dan Surakarta. Ketidaksiapan lembaga dan kemauan politik pemimpin daerah disebut-sebut sebagai penyebab lembaga PTSP itu tak dilirik.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

    Pilkada Depok: Ini Ucapan Imam Budi yang Dianggap Afifah Alia Melecehkan

    Megapolitan
    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Megapolitan
    Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

    Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

    Megapolitan
    Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

    Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

    Megapolitan
    Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

    Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

    Megapolitan
    Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

    Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

    Megapolitan
    Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

    Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

    Megapolitan
    Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

    Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

    Megapolitan
    5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

    5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

    Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

    Megapolitan
    FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

    FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

    Megapolitan
    Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

    Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

    Megapolitan
    Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

    Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

    Megapolitan
    Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

    Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

    Megapolitan
    Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

    Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X