Jokowi: Disediakan TV, Kulkas, Meja, Kok Melanggar HAM?

Kompas.com - 14/05/2013, 19:16 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo yakin bahwa upaya merelokasi warga Waduk Pluit tidak melanggar hak asasi manusia (HAM). Ia menyatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menggunakan cara-cara humanis untuk membujuk warga pindah dari tanah negara di waduk itu.

Hingga kini, upaya memindahkan warga dari Waduk Pluit ke rumah susun menemui kendala. Warga menilai Pemprov DKI semena-mena melakukan penggusuran warga, termasuk dengan mengerahkan preman atau polisi. Warga juga merasa tidak pernah diajak dialog tentang relokasi. Mereka juga meminta bantuan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) untuk memfasilitasi dialog dengan Pemprov DKI.

Berdasarkan keterangan yang diperoleh dari warga, Komnas HAM menilai seharusnya Pemprov DKI memberikan hak-hak kepada warga atas penggusuran tersebut, antara lain dengan memberikan rumah pengganti yang layak bagi warga. Komnas HAM juga mendorong Jokowi untuk melakukan dialog dengan warga di sana.

Komnas HAM sudah memberikan undangan kepada Jokowi untuk berdialog sejak 29 April 2013, tetapi Jokowi tidak bisa hadir. Untuk itu, pada 16 Mei mendatang, Komnas HAM akan kembali mengundang Jokowi untuk melakukan dialog.

Jokowi menyatakan, ia mengedepankan cara-cara humanis untuk merelokasi warga ke rumah susun yang telah disediakan Pemprov DKI. Di Rusun Marunda, misalnya, setiap unit rusun diberi fasilitas berupa televisi dan lemari gratis untuk warga yang mau pindah ke rusun tersebut.

"Disediakan (fasilitas dalam rusun), ada TV, ada kulkas, ada tempat tidur, ada meja-kursi makan. Kurang apa kita? Disediakan gitu kok melanggar HAM," kata Jokowi di Balaikota Jakarta, Selasa (14/5/2013).

Relokasi warga di sekitar Waduk Pluit tak lepas dari musibah banjir di Jakarta awal 2013 lalu di daerah sekitar waduk. Setelah ditelisik, banjir disebabkan penyempitan waduk yang semula seluas 80 hektar menyusut jadi 60 hektar akibat banyaknya permukiman warga sekitar.

Demi menyelesaikan masalah itu, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun di Marunda dan Muara Baru, Jakarta Utara. Namun, tak semua warga Waduk Pluit bersedia pindah ke rumah susun tersebut.

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

    Terus Melonjak, Depok Catat 2.093 Warga Masih Positif Covid-19

    Megapolitan
    Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

    Kontroversi Seputar Tes Swab Covid-19 Rizieq Shihab

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

    [POPULER JABODETABEK]: Tersangkut Kerumunan Massa Rizieq, 2 Pejabat DKI Dicopot| Wagub DKI Riza Patria Positif Covid-19

    Megapolitan
    BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

    BMKG: Jakarta Hari Ini Dipreksi Hujan Seharian

    Megapolitan
    Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

    Kasus Tes Swab Rizieq Shihab, RS Ummi Akui Ada Kelemahan di Sistem Internal dan Meminta Maaf

    Megapolitan
    FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

    FPI Terima Surat Panggilan Polisi, Akankah Rizieq Shihab Datang?

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

    Kasus Covid-19 di Tangsel Melonjak, Diduga Imbas Kerumunan

    Megapolitan
    Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

    Tangsel Catat Penambahan 174 Kasus Positif Covid-19, Tertinggi Selama Pandemi

    Megapolitan
    Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

    Kasus Kerumunan di Petamburan, Polda Metro Periksa Rizieq Shihab 1 Desember

    Megapolitan
    UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

    UPDATE 29 November: Kasus Aktif di DKI Jadi 9.947 Orang

    Megapolitan
    Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

    Mulai Hari Ini, PT KAI Daop 1 Buka Pemesanan Tiket Jarak Jauh untuk 43 KA

    Megapolitan
    Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

    Polda Metro Layangkan Surat Pemanggilan Rizieq Shihab Terkait Kerumunan di Petamburan

    Megapolitan
    Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

    Menyoal Rizieq Shihab yang Tinggalkan RS Diam-diam dari Segi Aturannya

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

    Positif Covid-19, Wagub DKI Tertular dari Staf Pribadinya

    Megapolitan
    Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

    Positif Covid-19, Wagub DKI Riza Patria dalam Kondisi Stabil dan Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X