Daripada Beri Uang Kerahiman, Jokowi Pilih Bangun Rusun

Kompas.com - 14/05/2013, 20:18 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo menegaskan, tidak ada uang kerahiman bagi warga yang akan direlokasi dari sekitar Waduk Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara. Menurutnya, daripada memberikan uang kerahiman, lebih baik Pemerintah Provinsi DKI mendirikan rumah susun dan fasilitas bagi warga.

"Lebih baik digunakan membuat rusun. Lebih baik untuk modal usaha mereka atau yang lebih baik dibelikan tempat tidur untuk mereka. Dibelikan meja makan," ujar Jokowi kepada wartawan di Gedung Balaikota, Selasa (14/5/2013) siang.

Mantan Wali Kota Surakarta itu mengakui kesulitan untuk berkomunikasi dengan warga di sekitar Waduk Pluit. Hal itu disebabkan kelompok warga yang diajak berdialog dengannya selalu berbeda-beda. Terlebih lagi, tuntutan warga pun berbeda. Meski demikian, Jokowi tetap akan melakukan dialog dengan warga hingga proyek normalisasi yang direncanakan selesai dua tahun itu rampung.

Jokowi mengatakan, relokasi yang dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak dilakukan untuk menggusur warga yang menyerobot tanah milik negara. Pemindahan warga dilakukan karena lahan yang dijadikan permukiman oleh warga itu merupakan tempat penampung hujan DKI.

"Bahwa itu (Waduk Pluit) adalah tempatnya air. Itu adalah waduk tempatnya air penampung hujan, bukan tempat untuk hunian," ujarnya.

Relokasi warga di sekitar Waduk Pluit tak lepas dari musibah banjir di Jakarta awal 2013 lalu di daerah sekitar waduk. Setelah ditelisik, banjir disebabkan penyempitan waduk yang semula seluas 80 hektar menyusut jadi 60 hektar akibat banyaknya permukiman warga sekitar.

Demi menyelesaikan masalah itu, Pemprov DKI Jakarta membangun rumah susun di Marunda dan Muara Baru, Jakarta Utara. Namun, tak semua warga Waduk Pluit bersedia pindah ke rumah susun tersebut.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Cekcok karena Perempuan, Pria di Tangerang Tewas Ditusuk

    Megapolitan
    Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

    Anies Baswedan Jadi Wakil Ketua Komite Pengarah C40 Cities Bersama Gubernur Tokyo

    Megapolitan
    Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

    Ketua DPRD DKI: Kenaikan Anggaran karena Tambahan Kegiatan

    Megapolitan
    Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

    Ditangkap Terkait Sabu, Mantan Artis Cilik IBS Masih Syok

    Megapolitan
    Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

    Polisi: Mantan Artis Cilik Iyut Bing Slamet Beli Sabu dari Seseorang di Johar Baru

    Megapolitan
    Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

    Ditangkap Terkait Narkoba, Mantan Artis Cilik IBS Gunakan Sabu Sejak 2004

    Megapolitan
    Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

    Jangan Panik, Warga Diingatkan Segera Selamatkan Dokumen dan Cabut Aliran Listrik Saat Banjir

    Megapolitan
    5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

    5 Gereja yang Berperan dalam Penyebaran Kristen di Batavia

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

    Rizieq Shihab Diperiksa Polisi Senin Depan, FPI Ingatkan Simpatisan Tak Datangi Polda Metro

    Megapolitan
    FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

    FPI Belum Pastikan Rizieq Bisa Penuhi Panggilan Polisi Senin Depan

    Megapolitan
    Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

    Usia Jemaat Dibatasi, Pembagian Hadiah Natal untuk Anak-anak di Gereja Katedral Ditiadakan

    Megapolitan
    Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

    Sederet Fakta Penangkapan Penyebar Video Ajakan Jihad dalam Azan

    Megapolitan
    Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

    Dampak Pelesiran Guru MAN 22: 30 Orang Positif Covid-19, Sekolah Ditutup, dan KBM Tatap Muka Ditunda

    Megapolitan
    Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

    Fakta Kasus Narkoba Mantan Artis Cilik IBS, Positif Sabu meski Polisi Tak Temukan Obatnya

    Megapolitan
    Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

    Tiga Momen Saling Serang Pradi-Afifah dan Idris-Imam di Debat Pamungkas Pilkada Depok

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X