Kompas.com - 16/05/2013, 18:42 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Ancaman Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama seperti tidak didengar oleh segelintir penguni Rusun Marunda. Masih ada warga yang menyewakan kembali unit rusunnya demi mendapatkan rupiah.

Pengelola Rusun Marunda, Yosep, menuturkan bahwa hal itu terjadi di seluruh klaster A maupun B. Dia menyebut mereka yang menyewakan kembali unitnya termasuk orang mampu.

"Itu mereka sebenarnya warga mampu, menyewakan kembali unitnya untuk mendapat keuntungan," ujarnya di kantor pengelola Rusun Marunda, Kamis (16/5/2013).

Yosep menuturkan, saat ini, pihaknya sudah mempunyai data-data unit rusun yang disewakan kembali. Untuk itu, pihaknya akan memberikan tindakan tegas kepada pemilik unit tersebut. Ia akan memutihkan kepemilikan unit rusun atas nama pemiliknya dan memberikan unit rusun tersebut kepada orang yang menyewa.

"Sudah ada yang kami putihkan, lalu kita berikan kepada orang yang menyewa kembali rusun itu. Ada pemilik yang sampai nangis-nangis di kantor ketika kami putihkan. Itu tindakan tegas kami kepada orang yang menyalahi peraturan," kata Yosep.

Biaya sewa Rusun Marunda terbagi dalam dua jenis. Pertama, penyewa untuk jenis program, yakni warga yang terkena bencana, seperti kebakaran dan banjir. Biaya sewa rumah susun program ini dikenai iuran sewa Rp 128.000 sampai Rp 159.000, tergantung lantainya. Semakin tinggi lantai yang ditempati, semakin murah biaya sewanya.

Selain itu, ada sewa rumah susun untuk umum. Artinya, semua orang dapat menempati rumah susun ini, tetapi dengan syarat ber-KTP Jakarta dan menyerahkan slip gaji. Biaya sewa untuk umum seharga Rp 304.000 sampai Rp 371.000 per bulannya. Harga tersebut hanya uang sewa unit rumah susun, belum termasuk air dan listrik. Untuk biaya listrik, warga menggunakan voucer.

Pemilik yang menyewakan kembali unitnya kemudian menaikkan harga sewa. Ada yang sebesar Rp 600.000 per bulannya. Harga itu hanya mendapatkan unit rumah susun, tanpa adanya fasilitas. Jika ada fasilitas seperti AC, tempat tidur, dan televisi, dikenai uang sewa Rp 1,2 juta per bulannya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.