Tidak Ada Dana dari UPT, Calon RT di Rusun Marunda Patungan

Kompas.com - 16/05/2013, 20:14 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemilihan ketua RT di Klaster B Rusun Marunda rencananya akan dimulai secara serempak dalam waktu dekat. Namun, lantaran tidak ada dana konsumsi, tiap calon ketua RT dimintai dana secara sukarela untuk konsumsi bagi warga yang ikut memilih nantinya.

"Iya jadi panitia mau bikin anggaran untuk snack. Tiap calon gotong royong patungan," kata Ketua RW 07 Kluster B Rusun Marunda, Jakarta Utara, Aman Bogor, saat dihubungi Kompas.com, Kamis (16/5/2013).

Jumlah uang patungan tersebut menurutnya bervariasi pada tiap bloknya bergantung pada kebutuhan anggaran yang dibutuhkan.

Nantinya, akan ada 10 RT yang dibentuk di Klaster B Rusun Marunda. Tiap satu blok sendiri, lanjut Aman, rata-rata dihuni sekitar 100 kepala keluarga.

Misalnya, Aman mencontohkan, untuk pembentukan RT di blok 7, dibutuhkan dana hingga Rp 500 ribu. Untuk blok 2, dana yang dibutuhkan bagi keperluan snack sebesar Rp 1 juta. Sementara untuk pembentukan RT 10 nanti, ada empat calon yang sudah membayar masing-masing Rp 300 ribu dengan dana yang sudah terkumpul Rp 1,2 juta untuk kebutuhan snack yang mencapai Rp 1,5 juta.

"Kita tidak minta sama warga karena kasihan kan, masa sudah milih diminta juga. Jadi, ini patunganlah, dari calon ketua RT," ujar Aman.

Sementara itu, ketika ditanya apakah ada dana dari Unit Pengelola Teknis (UPT) Rusun Marunda untuk bantuan anggaran snack di pemilihan ketua RT, Aman mengatakan, tidak ada bantuan tersebut. "Dari UPT tidak ada," tutupnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Ini Kronologi Diketahuinya Satu Keluarga di Bekasi Terinfeksi Covid-19

Megapolitan
5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

5 Aktivis Papua yang Kibarkan Bendera Bintang Kejora Bebas Setelah Jalani Vonis 9 Bulan Penjara

Megapolitan
5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

5 Polisi Gadungan Peras Pemuda di Bintaro, Selipkan Bubuk Tawas Dianggap Sabu

Megapolitan
Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Taufik Dukung Penerapan New Normal Jakarta dengan Pengawasan Ketat

Megapolitan
Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Mobil Suzuki Swift Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim, Sopir Selamat

Megapolitan
Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Calon Penumpang Harus Punya SIKM untuk Beli Tiket Kereta Api dari dan Menuju Gambir

Megapolitan
Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Pemkot Jaksel Bangun 14 Pos untuk Periksa SIKM, Ini Daftar Lokasinya

Megapolitan
Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Menuju New Normal, Pemkot Bekasi Siapkan Aturan buat Masyarakat dan Pelaku Usaha

Megapolitan
Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Ketua DPRD DKI Dukung New Normal, tapi Wajib Patuhi Protokol Kesehatan

Megapolitan
Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Aturan Baru, Syarat Keluar Masuk Depok seperti Jakarta

Megapolitan
Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Penyebab Mobil Terbakar di Dekat Gerbang Tol Halim

Megapolitan
3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

3 Penumpang KA Tanpa SIKM Tak Lanjutkan Isolasi di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Tiba di Bandara Soetta Tanpa SIKM, Siap-siap Biayai Karantina Sendiri

Megapolitan
TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

TPA Rawa Kucing Kebakaran Sepanjang 20 Meter

Megapolitan
Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Satu Penumpang KA Luar Biasa Tanpa SIKM Dipulangkan ke Yogyakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X