Ada Operator Pintu Air yang Fiktif, Basuki Akan Pidanakan

Kompas.com - 16/05/2013, 20:16 WIB
|
EditorTri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan memidanakan petugas terkait jika ada operator fiktif di pintu air sungai.

Untuk itu, pemerintah daerah memang harus melakukan pendataan mengenai jumlah dan tempat lokasi penjaga pintu air.

"Kalau kita sudah bayar gajinya nanti, akan kita cek juga kerja di mana posisi di mana. Kalau ketahuan dia tipu, kita mau pidana. Kita akan bongkar kasus ini karena ini uang besar sekali," kata Basuki di Balaikota DKI Jakarta, Kamis (16/5/2013) siang.

Basuki mengungkapkan, untuk anggaran biaya operator tersebut, Pemprov harus mengeluarkan biaya sebesar lebih dari Rp 400 juta dalam satu suku dinas. Di DKI Jakarta, terdapat lima suku dinas yang meminta supaya gaji pegawainya dibayarkan tanpa memberikan daftar nama pegawai operator.

Basuki mengatakan, hari ini dana pembayaran upah gaji memang sudah dicairkan. Namun, Kepala Sudin tetap akan mendata seluruh petugas, baik nama, nomor telepon, lokasi penjagaan, maupun waktu menjaga supaya nantinya tidak terjadi permainan yang akan menipu uang rakyat.

Menurut Basuki, petugas honorer yang menjaga pintu air juga akan diperiksa karena gajinya sudah dibayar penuh. Untuk itu, pihaknya akan meneliti apakah ada oknum dari Dinas PU yang sudah berbohong.

"Kalau yang kerjanya 20 orang doang, tapi dia minta bayarnya 200 orang, jadi 180 orang ini siapa? Kita minta data itu kemarin, baru dari Sudin bisa keluarkan angka," kata Basuki.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu terkait petugas operator saringan sampah otomatis pintu air yang belum mendapatkan gaji selama empat bulan. Pasalnya, petugas yang diajukan bisa berasal dari petugas nonfiktif karena berjumlah 200 orang per suku dinas.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Demo Ojek Online di DPR, Menolak Pembatasan Jalan hingga Sweeping Pengemudi

Megapolitan
Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Kronologi Perampokan Toko Emas di Pasar Pecah Kulit, Mengasak 4 Kg Emas hingga Tembak Petugas Sampah

Megapolitan
BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

BMKG: Sabtu Pagi, Jakarta Hujan Lokal

Megapolitan
Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Kerugian Toko Emas Tamansari akibat Disatroni Maling Belum Dapat Pastikan

Megapolitan
Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Soal Banjir Dinikmati, PSI DKI Nilai Pernyataan Sekda Menyakiti Hati Masyarakat

Megapolitan
Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Lurah Pastikan Suplai Logistik Pengungsi Banjir Cipinang Melayu Memadai

Megapolitan
Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Polisi Kejar Perampok Bersenjata yang Satroni Toko Emas di Pasar Pecak Kulit

Megapolitan
Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Revitalisasi Monas dan Formula E, Ombudsman: Pejabat yang Rusak Cagar Budaya Bisa Dipidana

Megapolitan
Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Banjir Makin Tinggi, Warga Cipinang Melayu Kembali Penuhi Posko Pengungsian

Megapolitan
Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Masker Ilegal di Cakung Didistribusikan ke Rumah Sakit

Megapolitan
Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Ombudsman Minta Revitalisasi Monas dan Sirkuit Formula E Dimoratorium

Megapolitan
Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Banjir Lagi di Cipinang Melayu, Warga Mulai Mengungsi

Megapolitan
Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Saudi Larang Umrah Sementara, 48 Jemaah Asal Bekasi Batal Berangkat

Megapolitan
Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Drainase Buruk hingga Persoalan Mandeknya Normalisasi Bakal Jadi Prioritas Pansus Banjir Jakarta

Megapolitan
Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Pemkot Bogor Relokasi Makam yang Terdampak Longsor

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X