Kompas.com - 17/05/2013, 10:19 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Sebanyak 80 persen warga di bantaran Waduk Pluit memiliki rumah untuk disewakan kepada orang-orang pendatang baru. Bahkan, mereka ada yang memiliki rumah sewaan 6 sampai 12 kamar di bantaran Waduk Pluit.

"Mereka itu banyak yang punya kamar sewaan. Orang-orang inilah yang enggak mau kegusur. Kalau orang yang ngontraknya sih malah seneng kalau dikasih rusun. Ya, sewanya lebih murah," kata Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta, di Balaikota, Jumat (17/5/2013).

Basuki mengungkapkan, satu orang saja bisa memiliki belasan kontrakan. Mereka mau dipindahkan asal mendapat ganti rumah susun sesuai dengan jumlah pintu yang mereka miliki. Oleh karena itu, pemerintah daerah tidak bisa mengabulkan permintaan warga kaya di bantaran Waduk Pluit.

Selain itu, kata Basuki, saat musim kemarau, mereka membangun kembali rumah-rumah petak di atas waduk. Waduk yang masih menampung air dipadatkan dengan sampah sehingga bisa mendirikan kontrakan atau rumah sewaan di waduk tersebut.

"Kalau musim kemarau, mereka bangun lagi hotel-hotel di atas waduk, maksudnya rumah yang akan mereka sewakan," kata Basuki.

Dengan begitu, air tidak akan bisa tertampung di dalam waduk. Waduk yang seharusnya memiliki kedalaman 10 meter, saat ini dipenuhi sampah yang sudah menjadi sedimen. Sehingga kedalaman air di tengah waduk hanya mencapai 3 meter dan bisa menyebabkan banjir sampai ke Istana Negara dan Balaikota.

Basuki mengungkapkan, Waduk Pluit merupakan salah satu tempat penampungan air yang paling banyak menampung air selain Kanal Banjir Barat (KBB) dan Kanal Banjir Timur (KBT). Kalau Waduk Pluit tidak bisa menampung air seperti pada Januari lalu, air hujan akan dikirimkan ke KBT. Namun, jika KBT terlalu banyak mendapat kiriman air, kejadian tanggul yang jebol bisa terulang lagi.

Untuk itu, kata Basuki, dalam kurun waktu dua tahun, pemerintah akan melakukan normalisasi waduk dan sungai. Untuk Waduk Pluit sendiri, karena sudah banyak warga yang tinggal di waduk tersebut, pemerintah akan membangun rusun terlebih dahulu untuk menampung warga yang tinggal di bantaran Waduk Pluit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.