Takut Tak Lulus UN, Seorang Siswi Gantung Diri

Kompas.com - 19/05/2013, 10:05 WIB
EditorLaksono Hari W

"Dia memang sangat khawatir tidak lulus UN. Dia bilang akan kerja kalau enggak lulus UN. Saya bilang kalau itu memang sudah pilihan kamu jalanin aja. Masalah lulus enggak lulus UN, jangan dipikirin terlalu dalam. Tetangga bilang FW berubah jadi pendiam," tutur Edy.

Sepupu FW yang tak mau disebutkan namanya kemarin menyatakan bahwa biasanya FW tidak tidur sendiri, tetapi bertiga. Dia biasa tidur bersama ibunya dan adiknya Vony. Namun, pada Jumat (17/5/2013) malam, FW tidur sendiri. "Biasanya tidur bertiga. Namun, malam itu sekitar pukul 23.00 dia sudah masuk kamarnya. Bahkan katanya dia sudah merapikan foto-fotonya," ujarnya.

Bahaya

Ketua Komnas Perlindungan Anak (PA), Arist Merdeka Sirait, menyatakan bahwa bertambahnya kasus pelajar bunuh diri karena takut tidak lulus UN membuat pemerintah harus mengevaluasi besar-besaran UN. Apalagi Mahkamah Konstitusi telah memutuskan melarang UN.

"Tahun lalu ada tiga siswa yang berusaha bunuh diri. Sekarang ada lagi. Ini bahaya. Pemerintah harus patuhi keputusan MK yang menganulir keputusan pelaksanaan UN. Pemerintah harus evaluasi besar-besaran UN," kata Arist kemarin.

Ditambahkan Arist, UN membuat siswa menjadi tertekan, baik itu sebelum maupun sesudah pelaksanaan UN. Dengan begitu kejiwaan siswa menjadi terganggu. Apalagi setelah lulus, para siswa juga susah untuk memilih sekolah.

Anggota Akademi Pengetahuan Indonesia (AIPI) Henry Alexis Rudolf Tilaar menyatakan bahwa UN tidak sesuai dengan UUD 45 dan Pancasila, sehingga UN harus dihapus. Menurutnya, UN membuat terjadinya pembohongan berjamaah. Mulai dari kepala dinas hingga ke siswa melakukan pembohongan agar bisa lulus UN.

Membukakan mata

Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok Hery Pansila menyebutkan bahwa bunuh diri FW merupakan musibah sekaligus membukakan mata bagi semua masyarakat Depok. Peristiwa tersebut harus melecut RT dan RW serta para warga untuk mendata warga yang tidak mampu melanjutkan sekolah.

"Mungkin tertekan menghadapi UN. Namun saya melihat ini karena tidaksanggupan untuk melanjutkan sekolah. Mungkin juga kepala sekolahnya tidak mensosialisasikan kepada siswanya bahwa Kota Depok mempunyai program menyekolahkan masyarakat tak mampu," tuturnya.

Hery menambahkan bahwa sosialisasi program sekolah untuk siswa tak mampu sudah dilakukan ke seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) hingga ke kepala sekolah negeri. Begitu juga ke sekolah swasta.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

Megapolitan
Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

Megapolitan
KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

Megapolitan
Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

Megapolitan
Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

Megapolitan
UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

Megapolitan
Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

Megapolitan
Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

Megapolitan
Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

Megapolitan
Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

Megapolitan
Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Megapolitan
Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

Megapolitan
Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

Megapolitan
Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Saat Dandim Jakpus Dilarang Masuk Gang Rumah Rizieq...

Megapolitan
Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Cabuli Bocah 10 Tahun di Pondok Aren, Pelaku Mengaku Kru Televisi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X