Kompas.com - 21/05/2013, 18:46 WIB
|
EditorMarcus Suprihadi

JAKARTA, KOMPAS.com— Tingkat penggunaan tempat rehabilitasi narkoba masih rendah, hanya 20 persen. Dari 130 instansi penerima wajib lapor (IPWL), baru 30 IPWL yang berjalan aktif.

Jumlah IPWL yang tersedia pun baru dapat menampung 18.000 pengguna narkoba, sementara total pengguna narkoba Indonesia mencapai 4 juta orang.

Kepala Badan Narkotika Nasional Anang Iskandar, Selasa (21/5/2013), di ruang kerjanya, menyampaikan, rehabilitasi pengguna narkoba masih belum populer. Padahal, katanya, rehabilitasi dapat mengimbangi pemberantasan narkoba di Indonesia. Apalagi, lanjutnya, prevalensi pengguna narkoba di Indonesia cukup tinggi.

Pada 2011, prevalensi pecandu narkoba di Indonesia sebesar 2,2 persen atau ada sekitar 3,8 juta pengguna narkoba di Indonesia. Tahun 2013, diproyeksi pecandu narkoba sudah mencapai lebih dari 4 juta orang.

"Sudah saatnya rehabilitasi para pecandu narkoba ini menjadi panglima pemberantasan narkoba di Indonesia," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.