Stasiun Kampung Bandan Suram dan Menakutkan

Kompas.com - 22/05/2013, 02:00 WIB

Sore hari saat matahari mulai terbenam, dari Jalan Mangga Dua, sejumlah pekerja berjalan dengan cepat memasuki jalan berpaving blok selebar 6 meter di antara Grand Boutique Center dan gedung BNI 46 KCP Mangga Dua. Mereka menuju Stasiun Kampung Bandan sebelum hari benar-benar gelap.

Tidak mudah mencapai stasiun yang tersembunyi di balik megahnya bangunan Wholesale Trade Center (WTC) Mangga Dua dan kompleks Grand Boutique Center, serta lorong perumahan warga padat penduduk RW 005 RT 012 dan 013, Kelurahan Ancol, Pademangan, Jakarta Utara. Calon penumpang dari WTC Mangga Dua dan Pasar Pagi harus menempuh jarak sekitar 500 meter dari jalan raya menuju stasiun.

Jalan berpaving blok itu membentang sepanjang sekitar 300 meter dan terasa suram karena hanya diterangi lima lampu jalanan yang berpendar oranye. Jalan kian terasa menakutkan menjelang 200 meter menuju stasiun. Lebar jalan tinggal sekitar 2 meter dan penerangan hanya dari dalam rumah warga yang sinarnya meredup.

Jalanan itu kian sempit karena diokupasi warga untuk parkir motor, gerobak angkut barang, jemuran, dan kabel listrik.


Beberapa warga tengah mencuci piring dan baju di gang yang semrawut itu. Bau tak sedap air limbah rumah tangga yang menggenang di saluran yang tak terurus menusuk hidung. Sore itu terasa kian gelap karena tak ada lagi lampu penerangan saat mendekati pintu masuk stasiun.

Penumpang harus berjalan dalam gelap menuju terowongan untuk sampai ke Stasiun Kampung Bandan. Di sekitar bibir terowongan terdapat kolong anak tangga yang hanya diterangi sebuah lampu neon. Kolong itu ternyata tempat tinggal sejumlah orang. Tampak beberapa bangunan semipermanen dari kayu dan tripleks berdiri.

Setelah memasuki terowongan sepanjang kira-kira 20 meter yang hanya diterangi tiga lampu neon, calon penumpang baru sampai di loket stasiun. Jalan menuju stasiun yang kumuh dan gelap itu membuat calon penumpang kereta yang umumnya perempuan pekerja di pusat perbelanjaan Mangga Dua merasa tidak nyaman.

”Saya ngeri kalau jalan melewati gang sempit itu,” kata Yuni (27) yang bekerja di Grand Boutique Center, Jumat (10/5).

Ketakutan itulah yang kerap membuat Yuni mengambil pilihan lain. Pengakuan Yuni, jika hari sudah gelap, dia lebih memilih menggunakan angkutan umum menuju Stasiun Jakarta Kota. Hal itu juga dibenarkan Rinta (33) yang bekerja di kompleks Harco dan Linda (28) yang hendak pulang ke Serpong.

Stasiun Kampung Bandan berada di kawasan strategis, yaitu dekat dengan pusat bisnis serta perbelanjaan elektronik dan komputer Mangga Dua. Di pusat perbelanjaan itu banyak terdapat pekerja, terutama kaum perempuan sebagai pramuniaga dan sekretaris.

Mereka umumnya tinggal di luar kota Jakarta, seperti Bogor, Serpong, dan Tangerang. Karena itu, Stasiun Kampung Bandan menjadi akses utama bagi mereka. Stasiun ini setiap hari melayani sekitar 2.500 penumpang menuju Bogor (60 persen), Tangerang (30 persen), dan Serpong (10 persen).

Sayangnya, fasilitas dan sarana menuju stasiun kurang mendukung keamanan calon penumpang karena, selain suram, juga tidak ada penjaga keamanan di sepanjang jalan menuju loket. Ancaman perampokan, pelecehan seksual, dan pemerkosaan selalu terbayang di benak mereka.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Editor
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran yang Landa 15 Kios di Bekasi

Tak Ada Korban Jiwa dalam Kebakaran yang Landa 15 Kios di Bekasi

Megapolitan
Kebakaran Landa Kios di Sekitar Lapangan Multiguna Bekasi

Kebakaran Landa Kios di Sekitar Lapangan Multiguna Bekasi

Megapolitan
Wali Kota Depok: Kalau Warga Tak Senang Ada Lagu di Lampu Merah, Ya Kami Cabut...

Wali Kota Depok: Kalau Warga Tak Senang Ada Lagu di Lampu Merah, Ya Kami Cabut...

Megapolitan
Rem Blong, Truk Trailer Tabrak Beton Pembatas Gerbang Tol Cililitan

Rem Blong, Truk Trailer Tabrak Beton Pembatas Gerbang Tol Cililitan

Megapolitan
Ridwan Kamil Perkenalkan Program 'Layad Rawat' dan 'Quick Response' ke Depok

Ridwan Kamil Perkenalkan Program 'Layad Rawat' dan 'Quick Response' ke Depok

Megapolitan
Jika Diizinkan, Youtuber Rius Vernandes Berencana Review Kabin First Class Garuda Indonesia

Jika Diizinkan, Youtuber Rius Vernandes Berencana Review Kabin First Class Garuda Indonesia

Megapolitan
Colong 'Tape' Milik Salon Kecantikan, Pemuda 22 Tahun Diringkus Polisi

Colong 'Tape' Milik Salon Kecantikan, Pemuda 22 Tahun Diringkus Polisi

Megapolitan
Ridwan Kamil: Satu-satu, Sekarang Fokus Urus Macet Kota Depok Dulu...

Ridwan Kamil: Satu-satu, Sekarang Fokus Urus Macet Kota Depok Dulu...

Megapolitan
Dishub Kota Bekasi Minta Pembangunan Overpass Ahmad Yani Tak Ganggu Rekayasa Lalin

Dishub Kota Bekasi Minta Pembangunan Overpass Ahmad Yani Tak Ganggu Rekayasa Lalin

Megapolitan
Truk Sampah DKI Tabrak Ojek Online hingga Tewas

Truk Sampah DKI Tabrak Ojek Online hingga Tewas

Megapolitan
Pertama Kalinya, Lebaran Betawi Tahun Ini Dimeriahkan Parade Budaya

Pertama Kalinya, Lebaran Betawi Tahun Ini Dimeriahkan Parade Budaya

Megapolitan
Dilaporkan Garuda Indonesia, Youtuber Rius Vernandes Trauma untuk Kembali Review Maskapai

Dilaporkan Garuda Indonesia, Youtuber Rius Vernandes Trauma untuk Kembali Review Maskapai

Megapolitan
Ada Parade Budaya Lebaran Betawi Minggu Ini, Dishub Rekayasa Lalin di Jalan Medan Merdeka Selatan

Ada Parade Budaya Lebaran Betawi Minggu Ini, Dishub Rekayasa Lalin di Jalan Medan Merdeka Selatan

Megapolitan
Polisi Sebut Tak Ada Korban Saat Tawuran di Depan Samsat Jakarta Barat

Polisi Sebut Tak Ada Korban Saat Tawuran di Depan Samsat Jakarta Barat

Megapolitan
Pengacara Ungkap Hal Janggal dalam Laporan Sekarga terhadap Youtuber Rius Vernandes

Pengacara Ungkap Hal Janggal dalam Laporan Sekarga terhadap Youtuber Rius Vernandes

Megapolitan
Close Ads X