Penjualan Bayi Terungkap

Kompas.com - 23/05/2013, 02:52 WIB
Editor

PONTIANAK, KOMPAS - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengungkap kejahatan penjualan bayi berumur tiga bulan dengan harga Rp 19 juta. Bayi itu adalah anak F (34) yang dijual dengan dalih untuk diadopsi.

Hingga Rabu (22/5), penyidik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Reskrimum) Polda Kalbar masih memeriksa tersangka F yang ditangkap di sebuah hotel di Pontianak, Selasa (21/5) malam. Bayi laki-laki yang dijual, dan pembeli berinisial N, warga Bekasi, Jawa Barat, juga diperiksa.

Direktur Direktorat Reskrimum Polda Kalbar Komisaris Besar Rudi Hartono menjelaskan, awalnya polisi mendapatkan laporan dari masyarakat tentang adanya bayi yang dijual, pekan lalu. Polisi lalu menangkap A, perantara penjualan bayi, dan menetapkannya sebagai tersangka.

Anak kandung

Polisi mendapatkan informasi, bayi yang dijual adalah anak kandung F, warga Pontianak. Namun, saat itu bayi sudah dibawa ke Jakarta Timur dan polisi belum mendapatkan petunjuk keberadaan F.

Polisi lalu menelusuri keberadaan N di Jakarta. Namun, N rupanya mendapatkan informasi dari pihak lain bahwa dirinya diincar polisi karena membeli bayi. N lalu kembali ke Pontianak dan berniat mengembalikan bayi itu kepada orangtuanya. N kemudian mengajak bertemu F di sebuah hotel di Kota Pontianak.

”Selasa malam, kami menangkap orangtua bayi itu. Sementara ini, pembeli masih kami mintai keterangan sebagai saksi. Dia mengaku mengadopsi bayi itu karena tidak punya keturunan. Namun, kami perlu mendalami keterangan itu,” tutur Rudi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pengakuan N mengenai adopsi masih akan dicek silang oleh polisi dengan peraturan dan tenaga ahli yang memahami prosedur adopsi. ”Kalau adopsi, lalu ada penyerahan uang Rp 19 juta seperti itu, tampaknya sulit diterima nalar,” ujar Rudi.

Kedua tersangka penjualan bayi itu diduga melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Mereka terancam hukuman 15 tahun penjara.

F yang bekerja sebagai tukang pijat panggilan mengakui bayi itu sebagai anak ketiganya. Suaminya, H, buruh serabutan, mengetahui perbuatan F. ”Saya tidak menjual bayi saya. Dia diadopsi. Saya menyerahkan bayi saya karena yang akan mengadopsi memang tidak punya anak dan ingin punya anak. Uang yang saya terima adalah penggantian biaya persalinan, bukan untuk jual-beli,” ujarnya. (AHA)



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X