Basuki: Perda Sampah Bantu Dinas Kebersihan

Kompas.com - 23/05/2013, 08:54 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta mengeluhkan kekurangan orang untuk melaksanakan tugas-tugasnya menjaga kebersihan wilayah. Namun, dengan adanya perda pengolahan sampah di Jakarta, kekurangan SDM tersebut bisa diatasi sementara.

"Memang semua mengeluh karena dua tahun kan moratorium tidak menerima PNS. Tapi, kan sudah ada perda baru," kata Basuki Tjahaja Purnama, Wakil Gubernur DKI Jakarta di Balaikota DKI Jakarta, Rabu (22/5/2013) malam.

Basuki mengungkapkan, saat ini, dengan menggunakan peraturan daerah yang baru mengenai pengelolahan sampah Jakarta, petugas kebersihan sudah lebih enak. Dalam perda tersebut, setiap permukiman harus membereskan sampahnya sendiri. Setelah dibereskan, petugas kebersihan bertugas memungut sampah dan membawanya ke tempat pembuangan akhir.

Dengan perda baru ini, diharapkan bisa membantu tugas Dinas Kebersihan. Apalagi, mobil angkutan sampah pun kurang sehingga dibutuhkan formula baru seperti Perda Pengelolahan Sampah ini.

Selain itu, pemprov juga sedang menunggu peraturan dari dinas pembantu umum untuk masalah pemungutan sampah di sungai-sungai. Nantinya, setiap beberapa meter terdapat satu orang warga yang menjaga kebersihan sungai tersebut.

"Cuma pengaturan dari PU kan belum. PU aja belum keluar daftar nama-nama orang yang bersihin sungai segala macam itu butuh waktu lah soal itu," ungkap Basuki.

Sedangkan mengenai agak lambannya pekerjaan pemprov, kata Basuki, karena keputusan Perda Pengelolahan Sampah telat, sehingga uangnya yang diterima untuk mengatur wilayah yang kotor juga telat. Untuk itu, pemerintah akan mencari formula untuk menyatukan tupoksi yang berkaitan dengan sampah kepada Dinas Kebersihan.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Permintaan Anies Cat Genteng Rumah di Sekitar Flyover Lenteng Agung yang Mulai Direalisasikan

    Permintaan Anies Cat Genteng Rumah di Sekitar Flyover Lenteng Agung yang Mulai Direalisasikan

    Megapolitan
    Rizieq Shihab Minta Maaf, Janji Tidak Buat Kerumunan Lagi Selama Pandemi Covid-19

    Rizieq Shihab Minta Maaf, Janji Tidak Buat Kerumunan Lagi Selama Pandemi Covid-19

    Megapolitan
    Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

    Fasilitasi Pasien Karantina, Rumah Lawan Covid-19 Siapkan Ruang Khusus Pencoblosan Pilkada Tangsel

    Megapolitan
    124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

    124 Jiwa Mengungsi karena Kebakaran di Angke Selasa Sore

    Megapolitan
    Foto Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

    Foto Viral Surat Hasil Swab Positif Covid-19, Rizieq Shihab Akui Sedang Isolasi Mandiri

    Megapolitan
    Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

    Asrama Mahasiswa dan Pusat Studi Jepang UI Dibidik Jadi Tempat Isolasi OTG Covid-19 di Depok

    Megapolitan
    2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

    2 Kantong Parkir Disiapkan untuk Kendaraan Warga yang Terkena Banjir Pejagalan

    Megapolitan
    Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

    Libur Akhir Tahun Dipangkas, Wali Kota Bekasi: Lebih Baik Diam di Rumah

    Megapolitan
    Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

    Jelang Pilkada 2020, Rumah Lawan Covid-19 Mulai Data Pasien Ber-KTP Tangsel

    Megapolitan
    Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

    Blok Makam Khusus Jenazah Covid-19 Muslim di TPU Pondok Ranggon Penuh, Berikut Alternatifnya

    Megapolitan
    Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

    Saat Reuni 212, Rizieq Shihab Minta Maaf Telah Timbulkan Kerumunan

    Megapolitan
    Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

    Ridwan Kamil: Situ di Depok Jarang Termanfaatkan Maksimal

    Megapolitan
    Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

    Pemilik Rumah di Kamar, Pencuri Nekat Ambil 2 Ponsel di Pejaten Barat

    Megapolitan
    Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

    Serang Lawan dengan Air Keras dan Celurit, Empat Pemuda Geng Garjok di Kedoya Ditangkap

    Megapolitan
    Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

    Ini Rekayasa Lalu Lintas Selama Uji Coba Underpass Senen Extension

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X