Kompas.com - 23/05/2013, 19:30 WIB
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Dinas Perumahan dan Gedung Pemerintah Daerah DKI Jakarta menyegel 20 unit rumah susun sederhana sewa di Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (23/5/2013) sore. Penyegelan dilakukan karena unit-unit rusun itu disewakan ke orang lain.

Sebagaiman dikutip dari Warta Kota, sebanyak lima petugas dari pengelola Rusunawa Marunda, petugas keamanan, Dinas Perumahan dan Gedung Pemda DKI Jakarta, dan Ahok Center menyisir satu per satu unit rusun di lima lantai rusun. Sebagian besar unit yang didatangi petugas itu sedang ditinggalkan penghuninya yang tengah melakukan aktivitas di luar. Sebagian kecil lainnya tampak masih dihuni. Penghuni rusun itu terlihat kaget ketika para petugas datang dan menyegel unit yang dihuninya.

"Nama Bapak siapa? Kok berbeda dengan identitas penyewa rusun yang sebenarnya? Bapak siapanya yang sewa rusun ini? Bapak nyewa berapa?" kata seorang petugas ketika menanyakan kepada penghuni 4.14.

Penghuni rusun itu, Budi (30), tampak kalang kabut. Ia mengaku hanya menempati unit tersebut karena salah satu sanak saudaranya yang menyewa unit tersebut menyuruhnya. Unit tersebut diserahterimakan kepada penyewa resmi bernama Darniati. "Saya enggak sewa kok, saya cuma nempatin," ujarnya sambil menutup pintu rapat-rapat.

Penghuni lain ada yang berpura-pura tidur, enggan diwawancarai, menutup rapat-rapat rusunnya, dan ada unit rusun yang sedang direnovasi.

Terhadap unit-unit rusun tersebut, petugas menempelkan surat penyegelan di jendela unit rusun. Dalam surat penyegelan itu, tertulis dasar peraturan penghuni Rusun Marunda. "Apabila dalam jangka waktu 7 x 24 jam tidak ada tanggapan, akan segera dilakukan tindakan penertiban berikutnya. Unit ini dalam pengawasan Dinas Perumahan dan Gedung Pemda Provinsi DKI Jakarta."

Tertera tanda tangan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Wilayah 1 Jakarta Utara Dinas Perumahan DKI Jakarta Jati Waluyo. (Mohamad Yusuf)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.