Kompas.com - 24/05/2013, 12:48 WIB
|
EditorRusdi Amral

PONTIANAK, KOMPAS.com - Yayasan Nanda Dian Nusantara meminta penyidik Kepolisian Daerah Kalimantan Barat mengesampingkan alibi tersangka penjualan bayi bahwa itu adalah adopsi. Adopsi ada prosedur yang harus ditempuh dan tersangka serta komplotannya tak menempuh prosedur itu.

Ketua Yayasan Nanda Dian Nusantara Devi Tiomana, Jumat (24/5/2013) menjelaskan, adopsi diatur oleh PP 54/2007 tentang Pengangkatan Anak. "Ini ada transaksi Rp 19 juta, bayi sudah berpindah tempat dan berpindah tangan dari orangtuanya, dan tak ada prosedur yang ditempuh untuk melakukan adopsi. Semua bertentangan dengan PP 54 sehingga merupakan tindak pidana," kata Devi.

Polda Kalbar menangkap dua tersangka, seorang perantara berinisial A dan ibu bayi berinisial F. Mereka ditangkap akibat menjual bayi, anak kandung F yang berumur tiga bulan Rp 19 juta. F berdalih, anak itu tidak dibeli tetapi diadopsi. "Penyidik harus jeli karena semua pelaku penjualan bayi selalu berkedok adopsi. Kalau itu dibiarkan, pelaku akan semakin banyak," kata Devi.

Prosedur lain yang juga tak ditempuh oleh pelaku adalah mengurus penetapan pengadilan mengenai adopsi. Anak yang diadopsi harus mendapatkan penetapan dari pengadilan negeri setempat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X