Kompas.com - 24/05/2013, 20:06 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Joko Widodo menegaskan, program Kartu Jakarta Sehat (KJS) sangat dibutuhkan oleh warga Jakarta. Oleh sebab itu, Jokowi berharap program KJS tidak dinodai oleh gangguan kepentingan, baik berlatar belakang politis ataupun non-politis.

"KJS sangat dibutuhkan sekali oleh masyarakat. Ini untuk kepentingan masyarakat bawah. Jangan sampai ada yang ganggu-ganggu, entah dengan cara politis, entah dengan cara non-politis," ujar Jokowi saat mengunjungi RSUD Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (24/5/2013) sore.

Mantan Wali Kota Surakarta itu menyatakan, program yang mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi warga miskin itu masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun, Jokowi menolak jika ada pihak yang merespons kekurangan itu dengan cara yang tidak populer. Seharusnya, semua pihak kerja sama menyelesaikan masalah.

"Kalau ada yang (kurang) kecil-kecil, mari kita benahi sama-sama. Jangan mencoba untuk mengganggu membuat seolah-olah KJS itu gagal," ujarnya.

Pria yang meraih gelar sarjana dari Jurusan Kehutanan Universitas Gajah Mada (UGM) tersebut enggan menjelaskan lebih lanjut apakah gangguan yang dimaksudnya itu berasal dari DPRD DKI atau bukan. Sebelumnya, sejumlah anggota DPRD DKI berencana menggulirkan hak interpelasi untuk meminta keterangan atas problem yang terjadi seputar pelaksanaan program KJS. Rencana itu bisa berujung pada upaya menurunkan Jokowi dari jabatannya jika Jokowi terbukti salah menentukan kebijakan soal KJS.

Mengenai sistem pembayaran Indonesia Case Base Groups melalui PT Akses yang dipermasalahkan oleh DPRD, Jokowi mengatakan sudah tak ada masalah dengan sistem tersebut. Menurut Jokowi, permasalahan justru ada di rumah sakit karena terlalu berorientasi pada keuntungan semata.

"Kita menggabungkan antara sistem Kemenkes dengan kita supaya ini jadi sistem yang baik dan bisa diterapkan di nasional. Sejauh ini enggak ada masalah," ujar Jokowi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.