Kompas.com - 25/05/2013, 14:46 WIB
|
EditorKistyarini

MAKASSAR, KOMPAS.com - Sedikitnya tiga anggota Polsekta Bontoala terluka saat berusaha meredam tawuran antarwarga Kecamatan Bontoala melawan Kecamatan Tallo di Jalan Kandea 3, Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (25/05/2013) siang.

Dua polisi terkena panah di kakinyadan seorang lagi tertembus peluru senapan angin di dadanya. Ketiganya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan pertolongan tim medis.

Kepala Polsekta Bontoala, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Nawu Thayeb yang ditemui di lokasi tawuran, membenarkan bahwa tiga anggotanya terluka saat berusaha meredam tawuran. "Ketiga anggota saya langsung dilarikan ke RS Bhayangkara. Saya juga kena lemparan batu sebanyak dua kali, di kepala dan punggung. Tapi beruntung, saya mengenakan helm," tandasnya.

Nawu menjelaskan, tawuran kembali pecah hari ini, setelah adanya iring-iringan jenazah dari Kecamatan Tallo. Sebagian pengantar jenazah singgah di tempat itu dan membakar jembatan bambu. "Nah, di situlah memicu kemarahan warga di Kecamatan Bontoala sehingga tawuran kembali pecah," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.