Kompas.com - 25/05/2013, 17:21 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Usul Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama untuk  menjadikan rumah dinas lurah dan camat menjadi tempat pedagang kaki lima bukan tanpa alasan. Di Jakarta Barat, dari total 52 rumah dinas lurah dan camat yang ada, 25 rumah sudah dalam kondisi rusak.

Kepala Bagian Tata Pemerintahan Kota Jakarta Barat Dirhamul Nugraha mengatakan, 25 rumah dinas tersebut, 20 rumah di antaranya dinyatakan rusak ringan, satu rumah rumah rusak sedang, dan empat lainnya rusak berat.

"Yang rusak berat itu sudah benar-benar tidak bisa dihuni lagi. Empat rumah itu ada di Tamansari, Rawabuaya, Tegalalur, dan Angke," kata Dirhamul, Sabtu (25/5/2013).

Mengenai rencana Wakil Gubernur DKI menggusur rumah dinas, Dirhamul mengatakan, masalah tersebut akan dibahas  Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah DKI Jakarta. "Pembahasan akan berjalan pekan depan," katanya.

Dirhamul menambahkan, sebetulnya anggaran untuk pemeliharaan rumah dinas lurah dan camat selalu diajukan setiap tahun. Hanya saja, jumlah  yang dikeluarkan terlalu kecil untuk pemeliharaan.

"Per tahun, anggaran yang keluar hanya sekitar Rp 15 juta sampai Rp 25 juta. Jumlah segitu tentu sangat minim mengingat banyaknya rumah dinas yang butuh renovasi," katanya.

Sebelumnya, Basuki merencankan agar rumah dinas camat dan lurah menjadi taman untuk PKL. Menurutnya, dengan penghasilan lurah dan camat saat ini, para pejabat itu mampu membeli rumah sendiri.

Jokowi pun bernada sama. Saat ini, kata Gubernur DKI Jakarta itu, Pemprov DKI sedang menginventarisir rumah dinas yang tak layak huni.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.