Pedagang Tolak Penggusuran di Stasiun Duri

Kompas.com - 27/05/2013, 07:08 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan pedagang dan warga yang tinggal di sekitar Stasiun Duri, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, berkumpul di depan Stasin Duri untuk menolak penggusuran, Senin (27/5/2013).

Para pedagang tergabung dalam Persatuan Pegiat Usaha se-Jabodetabek didampingi Lembaga Bantuan Hukum Jakarta.

Rencananya, Senin ini, PT KAI akan menggusur 175 kios dan 33 rumah warga.

Handika Febrian sebagai pengacara publik di LBH Jakarta mengatakan, pihak PT KAI selama ini hanya melakukan sosialisasi mengenai penggusuran, tetapi tidak sampai pada diskusi yang solutif.

"Perlu dialog yang solutif dengan pedagang, akan ditata atau relokasi. Jika ditata, pedagang siap. Jika direlokasi, dipindah ke mana. Itu perlu disepakati bersama," kata Handika.

Para warga mengenakan potongan kain perca yang dihiasi pita merah pada baju mereka.

Tati (37), salah satu warga yang telah tinggal sejak tahun 2000, menolak penggusuran dan belum tahu akan pindah ke mana jika penggusuran benar-benar dilakukan.

"Saya sudah lama di sini dan belum ada rencana pindah ke mana," kata Tati.

Baca tentang


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

    Pembobol ATM di Pondok Aren Klaim Gunakan Uang Curian untuk Santunan

    Megapolitan
    Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

    Polisi: Komplotan Pembobol ATM Telah Beraksi di 7 Minimarket Wilayah Tangsel

    Megapolitan
    Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

    Jakarta Banjir, Ini Daftar Area Hijau yang Kini Berubah Jadi Mal hingga Gedung

    Megapolitan
    Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

    Sempat Kabur, Komplotan Pembobol ATM Minimarket di Pondok Aren Akhirnya Ditangkap

    Megapolitan
    Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

    Begini Cerita Terbentuknya Komplotan Miras Impor Palsu di Jakarta Utara

    Megapolitan
    Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

    Jelang Imlek, Patung-patung Dewa di Wihara Dharma Bakti Dibersihkan

    Megapolitan
    Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

    Dipaksa Akui Lempar Batu, Lutfi Si Pembawa Bendera Mengaku Disetrum dan Dipukul

    Megapolitan
    Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

    Pesan Anies ke Cawagub DKI, Janji Kampanyenya Diikuti

    Megapolitan
    Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

    Warga Sebut Semen Cor di Flyover Gaplek Sudah Dua Kali Rembes

    Megapolitan
    Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

    Pemalsu Miras Impor di Jakarta Utara Jual Produknya Seharga Rp 200.000

    Megapolitan
    Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

    Mengapa Tak Ada Politisi PKS yang Hadiri Pengumuman Cawagub DKI Bersama Gerindra?

    Megapolitan
    Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

    Polisi Amankan 1 Kendaraan Roda Empat dalam Bentrok Ormas di Bogor

    Megapolitan
    Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

    Ada Barongsai Air dan Darat di Seaworld Saat Perayaan Imlek 2020

    Megapolitan
    Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

    Semen Cor Proyek Flyover Rembes, Jalan Gaplek Macet Panjang

    Megapolitan
    Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

    Nama Cawagub DKI Diganti, Anies Yakin Gerindra-PKS Punya Pertimbangan Matang

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X