KPK Belum Beri Keputusan soal Bas Metallica untuk Jokowi

Kompas.com - 27/05/2013, 14:44 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Sudah hampir satu bulan bas merek Ibanez milik Gubernur DKI Joko Widodo, pemberian basist band Metallica, Robert Trujillo, ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bagaimana nasib bas itu selanjutnya?

"Sekarang masih dalam proses pengkajian," ujar Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto kepada wartawan di Balaikota Jakarta, Senin (27/5/2013).

Bambang mengaku tidak melakukan pemantauan secara langsung terhadap proses pengkajian itu. Hal itu disebabkan proses pengkajian itu dilakukan oleh direktorat gratifikasi KPK. Bambang berjanji akan segera mengumumkan hasil pengkajian itu kepada publik.

"Biasanya, sih, cuma satu bulan dikasih waktu untuk pengkajiannya. Saya akan cek nanti, pasti teman-teman akan diberi tahu," ujarnya.

Jokowi mendapatkan sebuah bas merek Ibanez dari Trujillo yang dititipkan melalui seorang promotor bernama Jonathan Liu. KPK menilai, pemberian tersebut harus dilaporkan untuk mencegah gratifikasi. KPK wajib memverifikasi apakah ada konflik kepentingan dari pemberian bas tersebut.

Sesuai Pasal 16 Undang-Undang KPK dan Pasal 12B Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi, setiap pejabat atau penyelenggara negara tak boleh menerima hadiah terkait jabatan. Pejabat atau penyelenggara negara yang menerima hadiah tersebut harus melaporkan kepada KPK. Pada 6 Mei 2013, Jokowi menyerahkan bas tersebut ke KPK untuk diperiksa. KPK pun akan mengidentifikasi pemberian tersebut selama 30 hari hingga bisa diputuskan apakah bas itu bisa diserahkan kembali ke Jokowi atau disita negara.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Satpol PP Jagakarsa Bahas Sanksi untuk Pusat Kuliner yang Tepergok Layanani Pembeli Makan di Tempat

    Satpol PP Jagakarsa Bahas Sanksi untuk Pusat Kuliner yang Tepergok Layanani Pembeli Makan di Tempat

    Megapolitan
    Ini Kata Pemilik soal Kafe Broker yang Disegel Setelah Foto Kerumunan Pengunjung Viral

    Ini Kata Pemilik soal Kafe Broker yang Disegel Setelah Foto Kerumunan Pengunjung Viral

    Megapolitan
    Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Sakit, Rahayu Saraswati Kampanye Virtual Hari Ini

    Calon Wali Kota Tangsel Muhamad Sakit, Rahayu Saraswati Kampanye Virtual Hari Ini

    Megapolitan
    Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

    Ahok Akan Cabut Laporan Kasus Pencemaran Nama Baiknya di Polda Metro Jaya

    Megapolitan
    Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli, Satpol PP Merasa Kecolongan

    Pusat Kuliner di Jagakarsa Sembunyikan Pembeli, Satpol PP Merasa Kecolongan

    Megapolitan
    Dinsos Salurkan 198 Alat Bantu Fisik bagi Penyandang Disabilitas di DKI

    Dinsos Salurkan 198 Alat Bantu Fisik bagi Penyandang Disabilitas di DKI

    Megapolitan
    Sering Didatangi Warga Selama PSBB, Taman Spot Budaya Dukuh Atas Dipasang Garis Pembatas

    Sering Didatangi Warga Selama PSBB, Taman Spot Budaya Dukuh Atas Dipasang Garis Pembatas

    Megapolitan
    Pemprov DKI Sediakan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

    Pemprov DKI Sediakan 3 Tempat Isolasi Mandiri Baru untuk Pasien Covid-19

    Megapolitan
    Pencuri Kabel Bus Transjakarta Ditangkap

    Pencuri Kabel Bus Transjakarta Ditangkap

    Megapolitan
    Dua Pekan PSBB, Landainya Kasus Aktif Covid-19 Tak Berbanding Lurus dengan Angka Penyebarannya

    Dua Pekan PSBB, Landainya Kasus Aktif Covid-19 Tak Berbanding Lurus dengan Angka Penyebarannya

    Megapolitan
    Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi Selama PSBB, Wali Kota: Asal Protokol Kesehatan Dijaga

    Warga Jakarta Cari Hiburan ke Bekasi Selama PSBB, Wali Kota: Asal Protokol Kesehatan Dijaga

    Megapolitan
    Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

    Polisi Buru Pebalap Liar yang Aksinya Tersebar di Media Sosial

    Megapolitan
    Distribusi Bansos Tahap VII di Jakarta Timur Molor

    Distribusi Bansos Tahap VII di Jakarta Timur Molor

    Megapolitan
    Mengenang 28 September 2016

    Mengenang 28 September 2016

    Megapolitan
    Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Warnet dan 4 Kafe di Bekasi Disegel Tiga Hari

    Berulang Kali Langgar Protokol Kesehatan, Warnet dan 4 Kafe di Bekasi Disegel Tiga Hari

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X