Kompas.com - 27/05/2013, 16:13 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan indikasi adanya dana siluman dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan 2012 di DKI Jakarta. Untuk mencegah terjadinya hal serupa, BPKP akan melakukan pengawasan APBD-P DKI tahun 2013.

Kepala BPKP Mardiasmo mengatakan, BPKP menemukan ada empat dinas yang diindikasi menggunakan dana siluman dari APBD Perubahan 2012. Empat dinas tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, dan Dinas Perhubungan.

"Ada yang enggak usulkan anggaran, tapi dapat. Ada yang usulnya sekian, dapatnya lebih," ujarnya di Balaikota Jakarta, Senin (27/5/2013) pagi.

Meski demikian, Mardiasmo enggan menyebut secara detail berapa nominal dana siluman yang ada di empat dinas tersebut. Mardiasmo hanya mengatakan bahwa penggelembungan dana terjadi, khususnya APBD Perubahan bagian belanja modal.

"Kita juga menemukan, update harga satuan masih pakai patokan empat tahun lalu. Ini bisa bermasalah di HPS (Harga Pokok Satuan), nantinya yang tidak sesuai," kata Mardiasmo.

Mardiasmo berharap kejadian serupa tidak lagi terjadi di masa pemerintahan sekarang. Oleh sebab itu, untuk mematenkan langkahnya, BPKP akan meneken kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam waktu dekat. Hal itu diharapkan juga terjadi di pemerintah daerah lain.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X