Kuasa Hukum Terdakwa Teroris Nilai Tuntutan Jaksa Berlebihan

Kompas.com - 27/05/2013, 16:30 WIB
|
EditorInggried Dwi Wedhaswary

JAKARTA, KOMPAS.com — Kuasa hukum terdakwa kasus terorisme kelompok Badri Hartono, Asludin Hatjani, menilai tuntutan jaksa terhadap kliennya berlebihan. Sebanyak empat terdakwa dari kelompok Al Qaeda Indonesia itu menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat dan tiga lainnya di Pengadilan Negeri Depok, Senin (27/5/2013).

"Untuk mereka semua ini, saya pikir tuntutannya agak berlebihan. Kalau dilihat keterlibatan mereka itu kelompok Badri memang membuat rakitan bom di rumah Rudi. Namun, rakitan itu belum menimbulkan efek atau belum ada tindakan teror yang mereka lakukan," ujar Asludin di PN Jakarta Barat, Senin.

Pertama, pimpinan kelompok Al Qaeda Indonesia Badri Hartono alias Toni dituntut 14 tahun penjara. Toni dikenakan Pasal 15 jo Pasal 9 peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU No 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Kemudian, Wendy dituntut 13 tahun penjara karena menjadi instruktur merakit bom. Rudi Kurnia diituntut 14 tahun karena menyediakan tempat kelompok Badri untuk merakit bom, dan Chamidi 8 tahun penjara karena dititipkan bahan peledak yakni nitrogliserin.

Sementara itu, untuk terdakwa yang menjalani sidang tuntutan di Depok dikenakan Pasal 15 jo Pasal 9 peraturan pengganti Undang-Undang Nomor 1 tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi UU No. 15 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Terorisme. Mereka adalah Ahmad Sofyan dituntut 12 tahun penjara, Agus Abdilllah 10 tahun penjara, dan Yusuf Rizaldi dituntut 8 tahun penjara.

"Kalau kita bisa bandingkan dengan kelompok Abu Omar itu saja ada yang 4 tahun, 7 tahun, 10 tahun. Tuntutan hari ini sangat tinggi dibanding apa yang mereka lakukan," lanjut Asludin.

Asludin juga membandingkan dengan kelompok teroris Solo pimpinan Farhan yakni Bayu Setiono yang dituntut 10 tahun penjara dan Firman dituntut 12 tahun penjara. Menurut dia, tuntutan kelompok Badri sangat jauh dibanding Bayu yang telah melakukan aksi teror yaitu di pos polisi di Solo dan menewaskan anggota kepolisian. Sebelumnya, dalam kelompok ini Muhammad Thorik telah dituntut 8 tahun penjara dan Triyatno 5 tahun penjara.

Adapun yang belum menjalani sidang tuntutan yakni Anggri Pamungkas, Barkah alias Barkah Nawa Saputra alias Wawa alias Robot, dan Joko Parkit. Jaringan Al Qaeda Indonesia mulanya terungkap saat terjadi ledakan bom rakitan di sebuah rumah Jalan Nusantara, RT 04 RW 13, Beji, Depok, Jawa Barat, awal September 2012 lalu. Ledakan itu melibatkan Muhammad Thorik yang menyimpan bahan peledak di Tambora, Jakarta Barat. Kelompok ini diringkus Detasemen Khusus 88 Antiteror di sejumlah lokasi, di antaranya Solo, Bogor, Jakarta, dan Kalimantan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

[VIDEO] Melihat Banjir Jalan Yos Sudarso dari Atas Tol Wiyoto Wiyono

Megapolitan
Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Jalan Yos Sudarso Masih Banjir Setinggi 50 cm, Pengendara Motor Masuk Tol

Megapolitan
Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Langit Sudah Biru, Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih Masih Banjir

Megapolitan
Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Kronologi Banjir di RSCM, Rendam Alat Kesehatan hingga Ruang Radioterapi

Megapolitan
Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Banjir Kampung Melayu Mulai Surut, Warga Tetap Ingin di Pengungsian

Megapolitan
Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Viral Seorang Ibu Jambak Wanita Muda di KRL, Ini Kata PT KCI

Megapolitan
Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Banjir Masuk ke Dalam Gedung RSCM, Sejumlah Alat Medis Terendam

Megapolitan
Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Kenapa Banjir di Kelapa Gading Lama Surut? Ini Penjelasan Pemprov DKI

Megapolitan
Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Kelapa Gading Lumpuh karena Banjir, Warga Minta Pintu Air Sunter Segera Dibuka

Megapolitan
Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Satu Jenazah di Kampung Melayu Disolatkan di Kantor Lurah karena Masjid Kebanjiran

Megapolitan
Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Banjir di Kampung Melayu Datang Tiba-tiba, Tak Ada Peringatan Bencana kepada Warga

Megapolitan
[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

[UPDATE] Jakarta Dikepung Banjir, Hindari Lewat 14 Ruas Jalan Ini!

Megapolitan
Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Polda Metro Jaya-Kemenpora Promosikan PON XX Papua dan Anti-narkoba Saat CFD

Megapolitan
Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Jika Rumah Kebanjiran, Ini yang Perlu Dilakukan Warga Terkait Listrik

Megapolitan
Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Kampung Pulo Banjir, Anak-anak Main Air, Warga Bersihkan Rumah

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X