Target Sterilisasi Stasiun Jabodetabek Meleset

Kompas.com - 28/05/2013, 09:59 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorPalupi Annisa Auliani

JAKARTA, KOMPAS.com - Target PT Kereta Api Indonesia untuk melakukan sterilisasi di seluruh stasiun di Jabodetabek sebelum 1 Juni 2013, gagal. Dari sembilan stasiun yang semula ditargetkan selesai disterilisasi dalam dua pekan terakhir Mei 2013, baru tiga yang sudah terlaksana hingga Selasa (28/5/2013) pagi.

"Target serilisasi stasiun sampai 1 Juni 2013 sepertinya tidak terlaksana. Ada sejumlah stasiun yang belum steril saat 1 Juni," kata Humas PT KAI Daops I Sukendar Mulya, saat dihubungi, Selasa (28/5/2013). Sejumlah hambatan ditemukan dalam penertiban 9 stasiun terakhir, terhitung dari pekan lalu. Dari sembilan stasiun yang ditargetkan bisa ditertibkan dalam dua pekan terakhir Mei 2013, baru stasiun Duren Kalibata, Kranji, dan Duri yang sudah terlaksana.

Itu pun, seperti telah diberitakan, sterilisasi Stasiun Duri di Jakarta Barat yang digelar Senin (27/5/2013) sempat diwarnai perlawanan dari para pedagang. Lemparan batu, botol kaca, dan kayu, mewarnai sterilisasi. Petugas polisi yang dilibatkan dalam penertiban bahkan sampai melepaskan tembakan gas air mata untuk menghalau perlawanan para pedagang. Layanan kereta melalui stasiun ini bahkan sempat dihentikan selama beberapa jam.

Hari ini, Selasa (28/5/2013), PT KAI berencana menertibkan Stasiun Lenteng Agung, di Jakarta Selatan. Sekitar 55 kios akan ditertibkan dari Stasiun Lenteng Agung, yaitu kios yang kontrak sewanya sudah habis. "Ada satu kios yang kontraknya masih, akan kami biarkan sampai Juni (2013)," ujar Sukendar.

Sementara penertiban lima stasiun lain, menurut Sukendar, akan dilakukan secara perlahan, tak lagi dikejar sebelum 1 Juni 2013. "Akan kami lakukan pelan-pelan sambil jalan dengan e-ticketing dan tarif progresif," ujar Sukendar. Jadwal penertiban pun tak lagi mengikuti rencana semula.

Sebelumnya, PT KAI berencana melakukan penertiban keseluruhan 63 stasiun di kawasan Jabodetabek, sebelum tiket elektronik dan tarif progresif diberlakukan pada 1 Juni 2013. Dalam dua pekan terakhir Mei 2013, tinggal 9 stasiun yang belum ditertibkan, yaitu Stasiun Duren Kalibata, Stasiun Kranji, Stasiun Duri, Stasiun Cikini, Stasiun Gondangdia, Stasiun Universitas Indonesia, Stasiun Sawah Besar, Stasiun Mangga Besar, dan Stasiun Jayakarta.

PT KAI melakukan penertiban pedagang di stasiun sejak Desember 2012. Penertiban dilakukan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat sesuai Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2011 tentang Penugasan PT KAI untuk Menyelenggarakan Prasarana dan Sarana Kereta di Jabodetabek dan Kereta Api Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan Jalur Lingkar Jabodetabek.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

    30 PKL yang Jualan di Trotoar Tanah Abang Ditertibkan, Gerobak Dagangan Diangkut Satpol PP

    Megapolitan
    Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

    Upaya RW 009 Kelurahan Grogol yang Berhasil Ubah Zona Merah Covid-19 Jadi Zona Hijau

    Megapolitan
    Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

    Jajaran Polres Jakpus Mulai Divaksin Covid-19

    Megapolitan
    Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

    Pemkot Tangsel Bahas Teknis Pembuangan Sampah ke TPA Cilowong Serang

    Megapolitan
    Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

    Sudinhub Jakpus: Pesepeda Sudah Dibuatkan Jalur Permanen, Kok Tidak Dipakai?

    Megapolitan
    Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

    Ratusan Lansia di Pondok Kopi Divaksinasi Covid-19 di Permukiman Warga

    Megapolitan
    Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

    Ini yang Harus Disiapkan Sekolah di Depok jika Pembelajaran Tatap Muka Diizinkan

    Megapolitan
    Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

    Kembali Beroperasi, Restoran Milik Rizky Billar Dipantau Ketat Satpol PP

    Megapolitan
    Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

    Polisi Akan Periksa Rizky Billar Terkait Pembukaan Restoran yang Langgar Prokes

    Megapolitan
    Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

    Sejumlah Ruas Jalan di Tangsel Berlubang

    Megapolitan
    Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

    Asal Usul Manggarai, Pusat Perbudakan Perempuan di Batavia

    Megapolitan
    Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

    Anies Nonaktifkan Dirut Pembangunan Sarana Jaya yang Jadi Tersangka Korupsi

    Megapolitan
    Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

    Remaja Jatuh Saat Berusaha Kabur dari Razia Knalpot Bising di Monas

    Megapolitan
    Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

    Banyak Pesepeda Keluar Jalur Khusus Sepeda di Sudirman

    Megapolitan
    Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

    Jika Diizinkan Sekolah Tatap Muka, Disdik Depok Akan Batasi Murid dan Mata Pelajaran

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X