Kompas.com - 28/05/2013, 15:35 WIB
|
EditorTjahja Gunawan Diredja

JAKARTA, KOMPAS.com —  Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menetapkan kuota penyerapan peserta Kartu Jakarta Sehat (KJS) sebesar 4,7 juta.

Kini bersama PT Askes, Pemprov DKI telah menjaring 2,3 juta orang peserta KJS.

Direktur Pelayanan PT Askes Fajriadinur, Selasa (28/5/2013), mengatakan, besarnya kuota itu ditetapkan Pemprov DKI berdasarkan jumlah warga miskin dan rentan miskin di Jakarta.

Dengan demikian, tak hanya warga miskin dan tak mampu yang dijaring, tetapi juga warga yang berpenghasilan baik tetapi tak mampu membiayai pengobatan dalam jumlah besar.

"Misal, orang dengan gaji Rp 3 juta sampai Rp 4 juta itu, kan, sebetulnya mampu. Tetapi, ketika dia dihadapi penyakit jantung dan harus operasi dengan biaya cukup besar, itu kan dia tak mampu membiayainya. Maka dia bisa gunakan KJS," katanya.

Hingga saat ini, lanjut Fajriadinur, dari 2,3 juta orang yang terekam baru 1,7 juta orang yang diberikan kartu KJS.

Sisanya yang belum diberikan kartu KJS tetap dapat dilayani sebagai peserta KJS di setiap puskesmas dan rumah sakit.

Untuk itu, pemerintah mempersilakan warga Jakarta yang miskin dan rentan miskin untuk mendaftarkan diri sebagai KJS dengan melampirkan kartu keluarga dan KTP.

Dengan pengolahan data berada di PT Askes, kata Fajriadinur, pengelolaan KJS akan menggunakan program Indonesia Case Based Groups (Ina-CBGs) yang telah digunakan untuk Jamkesmas.

Data kepesertaan dan biaya pelayanan kesehatannya terekam di program itu dan dapat diakses secara langsung di puskesmas dan rumah sakit rujukan.

Total saat ini ada 89 rumah sakit di Jakarta yang ikut dalam program pelayanan pasien KJS. Hanya 23 rumah sakit yang merupakan rumah sakit pemerintah, selebihnya rumah sakit swasta.

"Dengan sistem baru ini, seluruh biaya pengobatan pasien akan langsung masuk ke program Ina-CBGs dan langsung bisa diakses oleh pemerintah, puskesmas, dan rumah sakit. Dengan demikian, pembayaran klaim pengobatan oleh Dinas Kesehatan DKI kepada rumah sakit bisa lebih cepat," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.