Polisi Tangkap Sarjana Ekonomi Jual Togel

Kompas.com - 29/05/2013, 23:30 WIB
EditorAgus Mulyadi

GARUT, KOMPAS.com Seorang laki-laki bergelar sarjana ekonomi yang melakukan praktik perjudian dengan menjual kupon judi jenis togel ditangkap aparat Kepolisian Sektor Tarogong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (29/5/2013).

Kepala Polsek Tarogong Komisaris Tinnie Supatini Wijaya mengatakan, tersangka berinisial SA (39) adalah pedagang sayur bergelar sarjana ekonomi, dan rekannya GU (43) berkerja sebagai penarik becak.

"Kedua tersangka ini, yang satu tukang becak, satu lagi pedagang sayuran yang memiliki gelar sarjana ekonomi. Mereka ditangkap saat bertransaksi judi togel di Terminal Guntur," kata Tinnie.

Ia menerangkan, penangkapan kedua tersangka itu berdasarkan laporan masyarakat yang mengaku resah adanya praktik perjudian togel di wilayah Tarogong.

Sejumlah anggota polisi, kata Tinnie, disebar untuk melakukan pengintaian dan berhasil menangkap dua orang yang diketahui sebagai agen judi togel jenis Singapore dan Hongkong.

"Kedua orang ini ternyata hanya agen. Bandar besar yang tinggal di Garut, saat akan ditangkap, sudah melarikan diri, dan masuk DPO (daftar pencarian orang) kami," katanya.

Praktik judi togel tersebut, kata Tinnie, dilakukan dengan menjual kupon untuk diisi dengan angka pilihan para pemasang, dan berhadiah uang berlipat ganda dari harga kupon. Setiap hari, tersangka mampu meraup uang hasil penjualan kupon judi togel sebesar Rp 200.000 hingga Rp 500.000.

"Omzetnya memang sangat besar Rp 200.000 sampai Rp 500.000 setiap hari. Judi ini sudah satu tahun beroperasi di Garut," kata Tinnie.

Sementara itu, SA mengaku menjual kupon judi togel untuk mendapatkan penghasilan tambahan karena keuntungan dari hasil menjual sayur tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.

Alasan lain, ungkap SA, karena ia terlilit utang rentenir. Hasil penjualan judi togel tersebut sebagian digunakan untuk membayar utang.

"Sudah satu tahun jadi agen togel. Saya juga jual sayuran, tapi tidak cukup untuk kebutuhan hidup saya, apalagi harus bayar utang ke rentenir," kata lulusan salah satu universitas ternama di Bandung itu.

Dalam penangkapan itu, polisi menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp 403.000, rekapan tulisan angka, kupon judi togel, serta dua telepon seluler.

Akibat perbuatannya itu, tersangka ditahan di Markas Polsek Tarogong untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Mereka dijerat Pasal 303 KUHPidana tentang perjudian dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

 

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Masker Ilegal di Cakung Tak Dilengkapi Lapisan Antivirus

Megapolitan
WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

WNI yang Dievakuasi dari Jepang Akan Tiba di Indonesia 1 Maret 2020

Megapolitan
Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Ojol Dipaksa Tidak Narik Saat Demo, Penumpang Geram

Megapolitan
Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Berkat Rekaman CCTV, Polisi Berhasil Tangkap Pencuri Tas Berisi Emas di Marunda

Megapolitan
Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Dari Atas Mobil Komando, Sufmi Dasco Kesal Orasinya Diinterupsi Pengemudi Ojol

Megapolitan
188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

188 WNI Mulai Mendekati Pulau Sebaru Disertai Pengwalan Ketat Aparat

Megapolitan
Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Pelanggan Tak Luput Kena Sweeping Saat Demo Ojol di DPR

Megapolitan
Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Ada Demo Ojek Online, Driver yang Bawa Penumpang Kena Sweeping Sesama Ojol

Megapolitan
Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Menlu Lepas Keberangkatan Tim Evakuasi WNI di Yokohama Jepang

Megapolitan
Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Santri yang Ditemukan di Sawah Tewas karena Tersedak Lumpur dan Air

Megapolitan
Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Polisi Tembak Dua Penipu dan Skimming ATM

Megapolitan
Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Gudang Penimbunan dan Produksi Masker Ilegal di Cakung-Cilincing Kantongi Izin Penyimpanan Alat Kesehatan

Megapolitan
Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Polisi Buru Pembuat Kartu ATM BRI Link yang Digunakan untuk Skimming

Megapolitan
Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Manfaatkan Isu Corona, Produsen Masker Ilegal di Cakung Cilincing Gunakan Mesin dari China

Megapolitan
Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Guru SMAN 12 yang Pukul Muridnya Dipindah Mengajar ke Kabupaten Bekasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X