"Bassist" Metallica Kecewa Bas untuk Jokowi Dianggap Gratifikasi

Kompas.com - 30/05/2013, 14:47 WIB
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penyitaan bas milik Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi membuat kecewa Robert Trujillo, bassist band Metallica yang menandatangani bas tersebut. Hal itu dikatakan Jonathan Liu, warga negara Amerika Serikat, yang memberikan bas tersebut kepada Jokowi.

"Shenkar dan Robert mengaku kecewa. Mereka tidak setuju bas itu diambil negara karena bas itu bukan gratifikasi," ujar Jonathan kepada Kompas.com, Kamis (30/5/2013).

Perlu diketahui, Shenkar adalah rekan Jonathan di AS. Ia kerap bermain musik bersama Robert Trujillo, bassist Metallica. Dari kedekatan Shenkar dan Robert, Jonathan, yang penggemar berat Jokowi, berinisiatif memberikan bas dengan tanda tangan asli Robert kepada sang Gubernur.

Jonathan mengungkapkan, personel Metallica memang kerap memberikan alat-alat musiknya, semisal gitar atau bas kepada para penggemar, terutama seusai menggelar sebuah konser musik. Jonathan pun mengakui pemberian alat musik itu murni merupakan hubungan antara sang idola dan orang yang mengidolakan, tidak lebih.

"Robert bilang, saya tidak perlu memberikan gratifikasi, saya sudah terkenal. Shenkar pun demikian. Dia itu sebenarnya lebih terkenal lagi, temannya Bono, Sting, dan Angelina Jolie," tuturnya.

Jonathan turut menyayangkan pemberitaan penyitaan bas oleh KPK tersebut sampai ke media massa di Amerika Serikat. Secara pribadi, Jonathan jadi merasa sungkan dengan Robert karena atas inisiatifnya meminta tanda tangan di bas berujung permasalahan hukum yang serius.

"Yang namanya cendera mata itu jangan terlalu diekspos berlebihan. Sebab, memang dia sering kasih bas, hubungannya idola dengan fans. Saya jadi tidak enak sama Robert karena sebelumnya tidak pernah ada kejadian seperti ini," sesalnya.

Sebelumnya diberitakan, Jokowi mendapat sebuah bas merek Ibanez dari Robert Trujillo, bassist band Metallica. Pemberian bas tersebut diumumkan Jokowi tanggal 3 Mei 2013.

Direktur Gratifikasi KPK Giri Supradiyono menyebut pemberian bas tersebut mengandung unsur kepentingan yang sarat dengan praktik gratifikasi. Tulisan giving back di bas diartikan KPK mengharapkan balas jasa dari Gubernur. Oleh sebab itu, bas disita oleh negara.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

    Polemik Pasar Mayestik, Pasar Jaya Diminta Tidak Tutupi Informasi Pedagang Terpapar Covid-19

    Megapolitan
    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

    Penumpang KRL Tak Tertib hingga Rusak Pagar, PT KCI Tutup Akses Selatan Stasiun Tanah Abang

    Megapolitan
    Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

    Ledakan di Tempat Laundry Bintaro, Diduga akibat Tabung Gas Bocor

    Megapolitan
    Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

    Jasa Marga Targetkan Tol Kunciran-Bandara Soetta Beroperasi Akhir 2020

    Megapolitan
    Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

    Bangunan Liar di Sekitar Danau Sunter Dibongkar untuk Bikin Jogging Track

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

    Kasus Covid-19 di Sunter Agung Tinggi, Lurah: Beberapa Tertular dari Lingkungan Kerja

    Megapolitan
    Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

    Masa Pandemi, Siswa SD dan SMP di Kota Tangerang Dapat Pelajaran Bercocok Tanam dan Wirausaha

    Megapolitan
    Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Struktur Bata Berbentuk Lorong yang Diduga Bangunan Kuno Ditemukan di Proyek DDT Stasiun Bekasi

    Megapolitan
    3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

    3 Tersangka Pelaku Penembakan yang Incar Pengendara di Tangsel Ditangkap

    Megapolitan
    Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

    Tangerang Raya, Bekasi, dan Bogor Masuk Zona Oranye, Apa Artinya?

    Megapolitan
    Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

    Polisi Tunggu Kajian Pemprov DKI soal Wacana Ganjil Genap 24 Jam

    Megapolitan
    JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

    JPU Akan Hadirkan 3 Saksi Memberatkan untuk Putra Siregar

    Megapolitan
    Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

    Polisi Akan Panggil Selegram Berinisial HB dan GD yang Bantu Promosikan Klinik Dokter Gigi Gadungan

    Megapolitan
    Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

    Pemerkosa di Bintaro Akui Batalkan Niat Mencuri karena Tak Tahan Nafsu dengan Korban

    Megapolitan
    Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

    Margo City: Giant Sudah Lapor Satgas soal Pegawai Terindikasi Positif Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X