Kejar Layang-layang, Dua Bocah Tewas Tersambar KA

Kompas.com - 30/05/2013, 17:31 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto

SUKOHARJO, KOMPAS.com - Dua anak tewas tersambar kereta api saat mengejar layang layang. Peristiwa tragis tersebut terjadi di perlintasan kereta api Makam Haji, Sukoharjo, Jawa Tengah, Kamis sore (30/5/2013).

Menurut beberapa saksi yang ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, dua korban bersama dua teman lainnya berada di pinggir perlintasan kereta api. Lalu, saat melihat layang-layang putus, keempatnya mencoba mengejar dan nekat melompat pagar pembatas perlintasan kereta.

"Sekitar pukul setengah empat, empat anak sedang mengejar layang dan nekat masuk ke perlintasan, tidak tahunya dari arah barat melaju kencang kereta api jurusan Malioboro Ekspres jurusan Malang-Jogja." kata Nuke, salah satu saksi mata.

Dua korban tewas atas nama Pandu Enggar (12), warga Pucangan, Kartasura, dan Fais Endriyanto (11), warga Solo, segera dipindahkan ke Rumah Sakit Muwardi untuk diotopsi. Sementara itu, satu korban luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

Kedua orangtua korban yang mengetahui anaknya tewas, langsung jatuh pingsan. Situasi pun menjadi histeris saat orangtua korban ternyata sempat mencari keberadaan putera mereka. Warga pun langsung membawa kedua orangtua korban, dan segera dibawa ke dalam rumah terdekat untuk mendapatkan perawatan.

"Dari keterangan saksi, Pandu dan Fais bersama dua temannya mengejar layang layang dan tidak mengetahui ada kereta api datang dari arah barat. Dua langsung tewas seketika dengan kondisi hancur. Lalu satu mengalami luka, satu selamat," kata AKP Kemas Indra Nata Negara kepada wartawan.

Sementara itu, di lokasi kejadian langsung dikerumuni warga yang ingin menonton proses pengangkatan mayat.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

5 Penjelasan BMKG Soal Panasnya Cuaca Jabodetabek Belakangan Ini

Megapolitan
Bekasi Menuju 'New Normal' Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Bekasi Menuju "New Normal" Pandemi Covid-19: Restoran Dibuka, Pembelinya Dibatasi

Megapolitan
Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Pemprov DKI Godok Protokol Kesehatan untuk New Normal di Jakarta

Megapolitan
Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Masih Bingung soal Surat Izin Keluar Masuk Jakarta? Ini Segala Info Tentang SIKM

Megapolitan
Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Bantu Orang Mabuk, Warga Depok Malah Dikeroyok

Megapolitan
Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Wali Kota Depok: Penularan Lokal Covid-19 Masih Terjadi, Ekonomi Mulai Oleng

Megapolitan
Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Bantah Mal di Jakarta Buka Mulai 5 Juni, Anies: Itu Imajinasi, Itu Fiksi...

Megapolitan
Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Deteksi Mulai Gencar, Kasus Harian Covid-19 di Depok Naik Signifikan

Megapolitan
Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Kurva Kasus Positif Covid-19 Jakarta Menurun, Ini Rincian Data 47 Hari Penerapan PSBB

Megapolitan
Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Tak Punya SIKM, 5 Penumpang KA dari Surabaya Dikarantina di Gelanggang Remaja Gambir

Megapolitan
Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Penerapan New Normal di Kota Bekasi, Ini Penjelasan Gubernur Emil

Megapolitan
UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

UPDATE 26 Mei: Bertambah 24 Kasus, Total 535 Orang Positif Covid-19 di Depok

Megapolitan
Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Wali Kota Tangerang Instruksikan Siapkan Kebijakan New Normal

Megapolitan
Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Ikut Jakarta, Pemkot Bogor Siapkan PSBB Transisi hingga 4 Juni

Megapolitan
Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Pemkot Jakbar Fungsikan Masjid KH Hasyim Asy'ari untuk Isolasi Pemudik yang Balik ke Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X