Kompas.com - 30/05/2013, 21:51 WIB
Penulis Norma Gesita
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Kampung Srikandi RT 07/RW 03, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur, sepakat untuk menempuh jalur hukum setelah menolak tawaran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk tinggal di Rusun Pinus Elok, Rabu (29/5/2013) kemarin. Warga tersebut telah digusur dari rumahnya pekan lalu setelah Pengadilan Negeri Jakarta Timur menyatakan PT Buana Estate sebagai pemilik lahan.

Kamto selaku Sekretaris RT 07/RW 03, Kelurahan Jatinegara Kaum, merasa yakin bahwa warga dapat memenangkan kasus ini di pengadilan. "Kami optimistis menang karena mereka (PT Buana Estate) enggak sah," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (30/5/2013).

Ketua RT 07/RW 03 Turja menuding PT Buana Estate menggunakan cara ilegal untuk mendapatkan sertifikat tanah. "Kami simpan bukti fotokopi surat yang menerangkan pada waktu pembuatan sertifikat, PT Buana menyuap," ujarnya.

Eksekusi rumah di kawasan Kampung Srikandi ini dilakukan setelah Pengadilan Negeri Jakarta Timur (PN Jaktim) memutuskan PT Buana Estate sebagai pemegang sah atas lahan seluas 5,5 hektar di Kampung Srikandi tersebut. Setelah dilakukan eksekusi pada pekan lalu, kurang lebih sebanyak 90 kepala keluarga masih bertahan di sekitar lahan penggusuran.

Warga Kampung Srikandi yang masih bertahan ini menolak untuk tinggal di rusun karena dianggap tidak layak. Sampai saat ini, warga masih bertahan di rumah sanak saudara yang lokasinya tak jauh dari lahan penggusuran atau dengan tenda seadanya yang mereka buat sendiri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X