Basuki: 6 Ruas Tol Bagus, Asal Tak Bikin Macet

Kompas.com - 31/05/2013, 10:03 WIB
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar public hearing di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (15/1/2013). Public hearing ini adalah dalam rangka mendengarkan pemaparan enam ruas tol dalam kota oleh PT Jakarta Tollroad Development dan komentar oleh publik. Dalam public hearing ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dan pihak pengamat dan pakar. Kurnia Sari AzizaGubernur DKI Jakarta Joko Widodo menggelar public hearing di Balaikota DKI, Jakarta, Selasa (15/1/2013). Public hearing ini adalah dalam rangka mendengarkan pemaparan enam ruas tol dalam kota oleh PT Jakarta Tollroad Development dan komentar oleh publik. Dalam public hearing ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Hermanto Dardak, dan pihak pengamat dan pakar.
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Basuki Tjahaja Purnama mengaku pada prinsipnya Pemprov DKI mendukung pembangunan jalan tol. Akan tetapi, jangan sampai banyak pintu tol keluar sehingga tidak membuat kemacetan.

Basuki mengungkapkan, sebenarnya mengenai pembangunan 6 ruas jalan tol lebih banyak ditangani oleh Gubernur DKI Jakarta. Secara pribadi, Basuki tidak mengatahui kelanjutan dari proyek pembangunan tersebut. Akan tetapi, kata dia, semestinya proyek tersebut terus berlanjut karena tol tersebut sudah ada dalam tahap Rencana Desain Tata Ruang (RDTR).

Mengenai Jakarta Tollroad Development (JTD) yang sudah menyediakan Rp 800 miliar untuk pembangunan 6 ruas jalan tol, Basuki mengaku tak tahu. Menurutnya, penyediaan uang tersebut merupakan hak dari setiap perusahaan.

"Ya boleh saja, itu haknya perusahaan. Lagi pula kami memang konsorsium, kan," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta itu di Balaikota, Jumat (31/5/2013).

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama

Pembangunan 6 ruas jalan tol tersebut dinilai mendukung pembangunan JORR W2 sebagai lintasan yang berintegrasi dengan jalan yang lain. Kalau pembangunan sudah terlaksana di JORR W 2, jalan tersebut saling berhubungan dari arah barat ke arah timur untuk bisa masuk ke kota. Dengan dibangunnya jalan tersebut akan mengurangi kemacetan karena warga dari Tangerang atau Bekasi bisa melintasi jalan tersebut.

Pembangunan enam ruas jalan tol ini sudah digagas sejak 2007 di bawah kepemimpinan mantan Gubernur DKI Fauzi Bowo dan sudah disetujui oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, berencana memulai pembangunan proyek ini pada tahun 2013, dengan perkiraan biaya Rp 40 triliun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pembangunan tahap pertama diprioritaskan untuk ruas tol Semanan - Sunter dan Sunter - Bekasi Raya. Tahap ini berada pada ruas tol Sunter - Pulogebang. Total anggaran yang dibutuhkan untuk tahap pertama mencapai Rp 17,1 triliun. Sementara untuk tahap kedua bakal dibangun ruas tol Duri Pulo - Kampung Melayu, dan Kemayoran - Kampung Melayu dengan nilai investasi Rp 12,91 triliun.

Untuk tahap ketiga, bakal dibangun ruas Tanah Abang - Ulujami serta Pasar Minggu - Casablanca yang direncanakan mulai 2018 dengan investasi sebesar Rp 5,71 triliun.

Jakarta Tollroad Development (JTD), yakni konsorsium dari PT Jakarta Propertindo, Pembangunan Jaya Group, PT Hutama Karya, PT Pembangunan Perumahan Tbk (PTPP), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), PT Adhi Karya Tbk (ADHI), dan PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), akan menjadi pemrakarsa pembangunan enam ruas jalan tol.



Video Rekomendasi

Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Curhat WNA Kesulitan Dapatkan Vaksin Covid-19 di Jakarta

Megapolitan
Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Kasus Korupsi Dana BOS SMKN 53 Jakarta, Pihak Swasta Bantu Buat SPJ Fiktif

Megapolitan
Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Perlihatkan Pistol Saat Sedang Cekcok, Seorang Pria Dilaporkan ke Polisi

Megapolitan
Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Lokasi dan Kuota Vaksinasi Covid-19 di Wilayah DKI Jakarta 19-30 Juli 2021

Megapolitan
Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Berikut Daftar Lokasi Vaksinasi Covid-19 untuk KTP Non-DKI Jakarta Periode Juli 2021

Megapolitan
11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

11.532 Anak Usia 0-18 Tahun di Jakarta Berstatus Pasien Aktif Covid-19

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

UPDATE 23 Juli: Tambah 636 Kasus di Kota Tangerang, 6.543 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

Megapolitan
Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Selama PPKM Darurat, Ada 327 Nakes Terpapar Covid-19 di Kota Tangerang

Megapolitan
UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

UPDATE 23 Juli: Bertambah 622 Kasus Covid-19 di Tangsel, Tertinggi Selama Pandemi

Megapolitan
Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Krematorium TPU Tegal Alur Dibuka Besok, Kapasitas 6 Jenazah Pasien Covid-19 dalam Sehari

Megapolitan
Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Ada 107 Warga Jakpus Meninggal di Rumah, Jenazahnya Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Megapolitan
Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Jumlah Testing Covid-19 Belum Capai Target, Dinkes Tangsel: Banyak Warga Enggan Diperiksa

Megapolitan
Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Kasus Pemalsuan Hasil PCR di Bandara Halim, Pihak Maskapai: Pelaku Bukan Pegawai Kami

Megapolitan
Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang 'Bermain'

Jokowi Tak Temukan Obat Covid-19 di Apotek, Wakil Wali Kota Bogor Duga Ada Oknum yang "Bermain"

Megapolitan
Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Wagub DKI Bantah Kasus Covid-19 Berkurang akibat Penurunan Jumlah Tes PCR

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X