Basuki Minta DPRD Laporkan Hasil Kunker kepada Rakyat

Kompas.com - 31/05/2013, 13:09 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPRD DKI Jakarta yang berniat melakukan kunjungan kerja ke lima kota mancanegara harus memberikan laporannya kepada masyarakat. Dengan begitu, masyarakat akan mengetahui hasil kunjungan kerja anggota dewan jika kunjungan tersebut jadi dilaksanakan.

"Berarti sama saja kritik orang DPR jalan-jalan waktu studi banding. Itu mirip-miriplah. Yang penting gini aja, kalau mereka ke sana, masyarakat harus minta hasilnya apa, laporannya apa," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota Jakarta, Jumat (32/5/2013).

Basuki mengatakan, sewaktu ia menjadi anggota DPR RI dan melakukan kunjungan kerja, dia memberikan laporannya secara terperinci. Laporan tersebut dia unggah ke website miliknya. Laporan tersebut dia berikan lengkap dan detail setiap menitnya. Dengan begitu, masyarakat akan percaya dengan kunjungan kerja yang mereka lakukan.

Kunjungan kerja yang rencananya dilakukan ke lima negara itu meliputi kunjungan ke Houston, Los Angeles, dan New York di Amerika Serikat, Beijing (China), dan Seoul (Korea Selatan). Kunjungan itu diagendakan untuk membahas berbagai hal terkait program-program Jakarta di masa datang. Selain anggota legislatif yang pergi ke negara-negara asing tersebut, anggota eksekutif juga ikut kunjungan kerja untuk perbandingan program Jakarta.

Anggota DPRD DKI Jakarta belum mendapatkan persetujuan dari dewan pimpinan DPRD DKI Jakarta untuk melakukan kunjungan kerja ke lima sister city itu. Kunjungan kerja tersebut sebagai bentuk kunjungan balasan setelah menjalin perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi mengatakan, anggota DPRD DKI Jakarta tidak perlu melakukan kunjungan kerja ke luar negeri. Ia menilai empat program andalan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengenai deep tunnel, monorel, tanggul raksasa (giant sea wall), dan mass rapid transit (MRT) bisa diketahui dari buku, internet, dan paparan ahli tanpa mengeluarkan anggaran sebesar Rp 1,812 miliar.

Baca tentang


    Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    1.200 Nasi 'Kotak Oranye' bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

    1.200 Nasi "Kotak Oranye" bagi Tenaga Medis di RSUP Persahabatan

    Megapolitan
    Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

    Wali Kota Jakbar Usul 183 Warga yang Dikarantina di Masjid Jammi Dipindah ke Wisma Atlet

    Megapolitan
    PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

    PNS Pemkot Bekasi Ada yang Positif Covid-19

    Megapolitan
    Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

    Diperpanjang, Pelajar Jakarta Belajar dari Rumah hingga 19 April 2020

    Megapolitan
    Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

    Pemkot Depok Siapkan RS UI hingga Ruang Sekolah untuk Tangani Kasus Covid-19

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

    Kasus Covid-19 Terus Meluas, Depok Kaji Opsi Karantina Wilayah

    Megapolitan
    Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

    Depok Dapat 1.000 Alat Rapid Test Covid-19 dari Pemprov Jabar

    Megapolitan
    Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

    Pemkot Depok Berencana Realokasi Anggaran untuk Penanganan Covid-19

    Megapolitan
    Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

    Anies Minta Warga Jakarta Tidak Pulang Kampung untuk Cegah Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

    Gelontorkan Rp 15 Miliar, Pemkot Depok Sebut Stok Masker Tenaga Medis Cukup untuk 3 Bulan

    Megapolitan
    UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

    UPDATE Covid-19 di Depok 28 Maret: Tambahan 8 Kasus Positif dan 1 Meninggal

    Megapolitan
    Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

    Pemprov DKI Perpanjang Masa Tanggap Darurat Covid-19 sampai 19 April 2020

    Megapolitan
    61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

    61 Tenaga Medis di Jakarta Terinfeksi Covid-19, Dirawat di 26 RS

    Megapolitan
    Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

    Dr Tirta Ceritakan Menyedihkannya Kondisi Dokter yang Berjuang Lawan Covid-19

    Megapolitan
    Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

    Data Kasus Covid-19 di 18 Kecamatan di Kabupaten Bekasi, Paling Banyak di Tambun Selatan

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X