Kompas.com - 01/06/2013, 11:48 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Abdulrahman alias Dul (38), anak pertama dari Ratim (70), pemilik warung yang tewas bersama Tito Refra Kei karena penembakan misterius di Bekasi pada Jumat (31/5/2013) malam, mengaku tidak menyangka ayahnya akan meninggal dengan cara tragis.

Dul menerangkan, ayahnya hanya seorang pedagang kecil yang telah berjualan di Jalan Raya Titian Indah RT 03/011, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat sejak tahun 1989. Di warung itu pulalah, ayahnya tewas beserta Tito Kei.

"Sudah sejak tahun 89 dan itu warung milik sendiri. Selain dagang, bapak juga tinggal di situ," kata Dul saat ditemui di ruang tunggu otopsi di RS Cipto Mangunkusumo pada Sabtu (1/6/2013).

Dul menerangkan, ayahnya yang berasal dari Kuningan, Jawa Barat ini tinggal sendiri di warung tersebut. Setiap beberapa bulan, ayahnya pulang untuk menemui istri beserta anak dan cucu-cucunya. Namun mengenai jumlah keseluruhan cucu Ratim, Dul mengaku lupa. Mengenai alamat di Kuningan, Dul juga enggan mengatakan. Dia tidak ingin ibunya yang telah tua dan dalam kondisi sakit-sakitan terganggu.

"Ya, pulang ke Kuningan, lihat ibu ama cucu-cucunya, juga adik saya. Jumlah ponakan saya lupa. Untuk alamat jangan aja ya, kasihan ibu kalau banyak wartawan yang ke sana," ujar Dul yang tampak masih terlihat terpukul atas kejadian yang dialami ayahnya.

Berdasarkan keterangan Adi, adik Dul yang juga turut menunggu di ruang tunggu otopsi, istri Ratim bernama Suniti (56). Di Kuningan, Suniti tinggal beserta tiga anaknya yang lain, yang juga merupakan saudara kandung Dul dan Adi. Saat ini, kondisi Suniti sudah sering sakit-sakitan.

Terkait Tito yang memang merupakan pelanggan warung ayahnya, Dul tidak mengetahui secara pasti. Hal itu dikarenakan Dul yang berprofesi sebgai pedagang ini berdomisili di Pulo Gadung, Jakarta Timur.

"Enggak tahu juga apakah memang (Tito) sering 'nongkrong' di warung bapak soalnya saya di Pulo Gadung. Kalau dia (menunjuk Adi) tinggal di Bekasi, cuma jauh dari tempat bapak," ujar Dul.

Ratim dan Tito Kei adalah korban penembakan misterius di Jalan Raya Titian Indah RT 03/011, Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, Jawa Barat pada Jumat (31/5/2013) malam. Tito Kei adalah adik dari Jhon Kei, terpidana 12 tahun penjara yang saat ini mendekam di LP Salemba untuk kasus pembunuhan terhadap bos PT Sanex Steel, Tan Harry Tantono alias Ayung.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X