Polisi Periksa 4 Saksi Penembakan Tito

Kompas.com - 01/06/2013, 13:23 WIB
EditorKistyarini

BEKASI, KOMPAS.com — Polresta Bekasi Kota, Jawa Barat, telah memeriksa sedikitnya empat orang saksi mata terkait dengan kasus pembunuhan Tito Kei (44), adik John Kei, Jumat (31/5/2013) malam.

"Saksi tersebut adalah tiga rekan Tito, yakni Hans, Petrus, dan Gerry, serta satu putri pemilik warung kopi yang juga tewas Ratim (70), Popon," ujar Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Priyo Widiyanto di Bekasi, Sabtu (1/6/2013).

Menurut dia, ketiga rekan Tito adalah saksi yang sempat melihat kejadian penembakan terhadap para korban saat mereka bermain kartu di sebuah warung kopi, di Jalan Raya Taman Titian Indah, Kalibaru, Medan Satria, Kota Bekasi, sekitar pukul 20.30 WIB.

Polisi juga meminta keterangan Popon yang ketika peristiwa itu terjadi berada di dalam warung. "Menurut saksi, eksekutor penembakan berjumlah satu orang yang berjalan kaki dari arah belakang warung menuju lokasi kawanan Tito yang sedang bermain kartu di meja kayu depan warung," katanya.

Pelaku yang tidak diketahui identitas dan ciri fisiknya itu pertama kali menembakkan pelurunya ke arah korban Tito dari arah mata kanan tembus di bawah telinga belakang.

Tembakan kedua, kata dia, diarahkan ke dada pemilik warung Ratim hingga keduanya tersungkur bersimbah darah. "Keterangan saksi kurang dapat mendeskripsikan ciri pelaku karena mereka fokus menyelamatkan korban dan sebagian berlindung dari tembakan," katanya.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, diketahui pelaku menembakan pistolnya 3 meter dari arah korbannya.
"Kami menemukan satu selongsong dan satu proyektil dari lokasi kejadian. Jarak selongsong sekitar 3-4 meter dari meja, sedangkan proyektil jaraknya 10 meter dari meja," ujarnya.

Dari karakteristik selongsong dan proyektil tersebut, kata dia, diduga kuat berasal dari senjata api FN. "Yang bisa mengeluarkan selongsong biasanya senjata jenis FN. Akan tetapi, kami akan laksanakan uji balistik untuk membuktikannya," katanya.

Baca tentang


    Rekomendasi untuk anda
    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Polda Metro Klaim Kampung Tangguh di Paseban Mampu Tekan Penyebaran Covid-19

    Megapolitan
    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Ibu 60 Tahun yang Kalung Emasnya Dijambret Alami Luka di Leher

    Megapolitan
    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Jakarta Catat 1.737 Kasus Baru Covid-19, Positivity Rate Hampir 14 Persen

    Megapolitan
    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    UPDATE 27 Februari: Depok Catat 233 Kasus Baru Covid-19, 4 Pasien Meninggal

    Megapolitan
    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Viral Video Kalung Emas Ibu 60 Tahun Dijambret di Tangsel

    Megapolitan
    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Jalan di Kampung Baru Tangsel Retak, Warga Khawatir Melintas

    Megapolitan
    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Anies: 578 Kilometer Jalur Sepeda Ditargetkan Selesai pada Tahun 2030

    Megapolitan
    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Mayat Pria Ditemukan di Kali Pesanggrahan, Pakai Baju dan Celana Hitam

    Megapolitan
    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Simak Alasan Jakarta Raih Penghargaan STA dan Mengalahkan Kota Lain di Dunia

    Megapolitan
    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Langgar Aturan PPKM, 2 Tempat Karaoke di Jakarta Barat Disegel

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Bupati Kepulauan Seribu: Destinasi Wisata Kampung Jepang Siap Dibangun di Untung Jawa

    Megapolitan
    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Warga Cilincing Mulai Perbaiki Atap Rumah yang Rusak Diterpa Angin Kencang

    Megapolitan
    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Bupati Kepulauan Seribu: Pulau Sebaru Tak Jadi Dibuat Rumah Sakit Covid-19

    Megapolitan
    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Pembersihan Lautan Sampah di Kampung Bengek dan Munculnya Kesadaran Warga Jaga Kebersihan

    Megapolitan
    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Anggota TNI yang Ditusuk Tetangga di Jakarta Timur Kondisinya Membaik

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X