Kompas.com - 02/06/2013, 10:29 WIB
|
EditorHindra

JAKARTA, KOMPAS.com — Kriminolog dari Universitas Indonesia, Mulyana W Kusumah, berpendapat, pelaku penembakan terhadap Tito Kei jelas berasal dari kelompok profesional dan terlatih.

"Terlepas dari latar belakang profesi Tito Kei, jajaran Polres Bekasi dengan dukungan Polda Metro Jaya harus responsif untuk mengungkap dan menindak setiap bentuk eksekusi ekstra legal terhadap warga negara," ujar Mulyana saat menghubungi Kompas, Minggu (2/6/2013) di Jakarta.

Pandangan mantan Direktur Eksekutif Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu didasari beberapa fakta.

Pertama, pelaku memiliki kekuatan mental luar biasa untuk masuk dan melakukan penembakan di "wilayah kekuasaan" Tito Kei seorang diri.

Kedua, pelaku amat terlatih dalam menggunakan senjata api (pistol), dengan satu kali tembakan tepat mengenai mata sebelah kanan tembus ke bawah telinga. Kapasitas penembak jitu seperti itu hanya dimiliki oleh orang yang cukup lama berlatih atau dilatih untuk mematikan orang.

Ketiga, penembakan jelas direncanakan dengan memperhitungkan situasi lapangan, tempat, dan waktu eksekusi, serta cara untuk keluar segera setelah eksekusi.

Ia menegaskan, langkah responsif jajaran Polri diperlukan. Pasalnya, dalam kejadian tersebut turut pula menjadi korban yaitu Ratim, orangtua pemilik warung di lokasi kejadian. Selain itu, perlu diantisipasi kemungkinan eksekusi ekstra legal melebar ke John Kei yang kini berada di Rutan Salemba.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X