Kompas.com - 03/06/2013, 10:47 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com — Penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL), parkir liar, dan angkutan umum yang ngetem telah dilakukan di Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Target selanjutnya adalah PKL di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Namun, demi kejutan, kapan penertiban di Pasar Tanah Abang masih belum dilansir.

Kepala Dinas Perhubungan Propinsi DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan, penertiban PKL dan angkutan umum ngetem ini diperlukan karena sudah menjadi sumber kemacetan. Masyarakat pun dimintanya ikut membantu menertibkan PKL dan angkutan umum yang beroperasi tidak pada tempatnya. Tindakan nyata dari masyarakat tentu saja adalah agar mau sedikit repot dengan masuk ke area pasar dan terminal.

"Kebiasaan mereka (PKL) dagang di jalan karena pembeli mau cepat. Jadi masyarakat harus dibentuk, pembentuknya kita siapkan, ya itu melalui estate management," kata Udar di Mapolsek Metro Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (3/6/2013) pagi.

Menurut Udar, sebenarnya banyak ditemukan area-area lapak dagangan dan parkir yang kosong di kawasan Pasar Minggu. Namun, akibat pembeli tidak mau repot masuk ke dalam pasar, pedagang malah menggunakan badan jalan untuk menggelar lapak.

"Seperti parkir, di Robinson masih ada tiga lantai yang kosong. Jadi ya itu, kebiasaan dagang di jalan karena pembeli mau cepat," ucap Udar.

PKL yang berjualan di badan jalan secara otomatis menyebabkan keramaian manusia sehingga secara tidak langsung juga menciptakan parkir liar dan angkutan umum yang ngetem di sembarang tempat.

Untuk itu, teori push and pull yang dilakukan oleh Dishub DKI Jakarta beserta sejumlah instansi seperti Satpol PP, Kepolisian, Dinas Kebersihan serta PD Pasar Jaya adalah langkah pertama yaitu dengan mendorong baik para PKL, angkutan umum yang ngetem sembarangan, maupun kendaraan parkir liar agar tidak lagi memenuhi badan jalan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun yang dimaksud dengan teori push and pull, kata Udar, adalah mendorong para PKL, angkutan umum yang ngetem sembarangan maupun kendaraan parkir liar agar tidak lagi memenuhi badan jalan. Jika langkah tersebut sudah dilakukan, selanjutnya menarik PKL, angkutan umum yang ngetem sembarangan, dan parkir liar ke lokasi yang telah disediakan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.