Kualitas Dokter Penentu Tarif Rumah Sakit di Jakarta

Kompas.com - 03/06/2013, 12:49 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Rencana penghapusan kelas-kelas pada rumah sakit di Jakarta dapat diimbangi dengan penentuan tarif sesuai kualitas dokter. Dengan demikian, penentuan tarif itu akan dirasa adil bagi masyarakat, dan kesejahteraan dokter pun dapat meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Dien Emmawati mengatakan, rencana penghapusan kelas di rumah sakit di Jakarta itu berkaitan dengan rencana untuk menyamaratakan tarif rumah sakit. Jika kelas-kelas di rumah sakit sudah disamakan, maka penentuan tarif akan didasarkan pada kualitas para dokternya.

"Bisa diarahkan ke sana, kalau rumah sakit tipe C punya kualitas (tipe) A, maka (angkanya) bisa masuk tipe A. Tapi itu regulasinya di Kemenkes (Kementerian Kesehatan)," kata Dien di Balaikota Jakarta, Senin (3/6/2013).

Perubahan regulasi untuk rumah sakit di Jakarta mencuat berbarengan dengan evaluasi Kartu Jakarta Sehat (KJS). Program KJS merupakan program unggulan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo. Evaluasi KJS berlangsung sejak akhir Mei 2013 dan dilakukan karena ada sejumlah rumah sakit yang keberatan dengan tarif yang ditentukan.

Evaluasi itu akan memakan waktu sekitar tiga pekan dan fokus pada sistem pembayaran berdasarkan tarif Indonesia-Case Based Group (INA-CBG) atau sistem pembayaran kepada pemberi pelayanan kesehatan yang dikelompokkan berdasarkan ciri klinis dan pemakaian sumber daya yang sama. Rumus penghitungan telah disediakan oleh Kementerian Kesehatan, tetapi penentuan tarif menjadi kewenangan daerah karena disesuaikan dengan kemampuan daerah. Kecilnya tarif INA-CBG disebabkan belum semua rumah sakit di Jakarta masuk dalam basis data National Center for Case Mix (NCC), yaitu baru 20 persen.

Baca tentang
    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


    Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

    7 Begal Remaja di Depok Anggota Geng Motor, Mengaku Akan Balas Dendam Tawuran

    Megapolitan
    Banjir Kembali Kempung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

    Banjir Kembali Kempung Jakarta, Anies Kerahkan Tim Gabungan

    Megapolitan
    Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

    Siswa SMP dan SMK Jadi Tersangka Pembegalan di Depok

    Megapolitan
    Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

    Sejumlah Arus Lalin Dialihkan akibat Banjir Periuk Kota Tangerang

    Megapolitan
    Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

    Wanita yang Tewas Tertabrak KRL Dekat Stasiun Cawang Teridentifikasi

    Megapolitan
    Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

    Batan hingga Gegana Periksa Rumah di Batan Indah, Garis Peringatan Dipasang

    Megapolitan
    [VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

    [VIDEO] Hari Kedua Jalan Cakung-Cilincing Terendam Banjir

    Megapolitan
    Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

    Diguyur Hujan Sejak Pagi, Sejumlah Titik di Bogor Alami Tanah Longsor

    Megapolitan
    Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

    Jalan Cakung Cilincing Raya Masih Tenggelam, Hanya Truk yang Bisa Melintas

    Megapolitan
    Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

    Laptop, Komputer hingga Buku di Perpustakaan SMAN 10 Bekasi Rusak akibat Banjir

    Megapolitan
    Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

    Ribuan Warga Terdampak Banjir di Periuk Tangerang

    Megapolitan
    7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

    7 Alat Medis di RSCM Terendam Banjir, Salah Satunya Alat Canggih Tomoterapi

    Megapolitan
    Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

    Kakek di Depok Diduga Cabuli 5 Bocah SD di Masjid

    Megapolitan
    Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

    Selain Bapeten, Pihak RSCM dan Kemenkes Turut Periksa Mesin di Ruang Radiologi yang Terendam Air

    Megapolitan
    Cerita Tukang Gali Kubur di Bekasi, Lawan Takut Demi Hidupi Keluarga, Kini Bisa Cicil Rumah

    Cerita Tukang Gali Kubur di Bekasi, Lawan Takut Demi Hidupi Keluarga, Kini Bisa Cicil Rumah

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X