Demo BBM, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi dan TNI

Kompas.com - 03/06/2013, 15:46 WIB
|
EditorFarid Assifa

MAKASSAR, KOMPAS.com - Puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) terlibat bentrok dengan polisi dan TNI saat unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) di kantor PT Pertamina Fuel Retail Marketing Region VII di Jalan Garuda, Makassar, Senin (3/6/2013) siang. Sejumlah mahasiswa terluka.

Berdasarkan pantauan Kompas.com, bentrok fisik terjadi ketika mahasiswa tidak ditemui satu pun pejabat PT Pertamina. Pendemo berusaha memaksa masuk untuk mencari General Manager (GM) PT Pertamina Region VII Makassar, namun dihadang barikade TNI di pintu kantor. Terjadi aksi saling dorong antara pendemo dengan anggota TNI.

Tak lama kemudian, satu truk anggota Dalmas Polrestabes Makassar yang dipimpin Kepala Bagian Operasional (Kabag Ops) Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Singgih muncul. Polisi pun juga menjaga pintu depan dan membentuk barikade.

Saat terlibat aksi dorong, AKBP Singgih sempat terpancing dan menunjuk-nujuk seorang mahasiswa yang ribut. Di situlah, kericuhan mulai terjadi dan berujung bentrok antara mahasiswa dengan aparat kepolisian dan TNI yang dibantu sekuriti dan karyawan PT Pertamina. Salah satu mahasiswa dikeroyok oleh aparat keamanan.

Bentrokan bisa diredam setelah salah satu anggota TNI mengamankan seorang mahasiswa yang dikeroyok keluar dari kantor PT Pertamina. Selanjutnya, mahasiswa HMI kembali ke sekretariatnya di Jalan Bontolempangan, Makassar.

Akibat bentrokan itu, empat kader HMI yakni Awi, Mardin, Edy, dan Syawal terluka. Bahkan salah seorang di antaranya sempat mendapatkan perawatan tim medis di RS Ibnu Sina akibat luka-luka yang dideritanya cukup parah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

613 Pengemudi Ojek di Jakarta Selatan Langgar PSBB

Megapolitan
Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Pantau Langsung Operasi Yustisi di Bogor, Kapolda Jabar Lihat Masih Banyak Warga Tak Pakai Masker

Megapolitan
Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Politisi PDI-P Kritik Pemprov DKI soal Kebijakan Isolasi Mandiri Pasien Covid-19 yang Berubah-ubah

Megapolitan
Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Seorang Pria yang Bawa Sabu Ditangkap Saat Operasi Yustisi

Megapolitan
PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

PHRI Ajak Pengusaha agar Bersedia Hotelnya Jadi Tempat Isolasi Pasien Covid-19

Megapolitan
Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti Kampanye 71 Hari, Pemprov Jabar Tunjuk Pejabat Sementara

Megapolitan
Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Keluh Kesah Mereka yang Tak Bisa Kerja dari Rumah Selama PSBB...

Megapolitan
Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Rekam Jejak Terpidana Mati Cai Changpan, Kabur 2 Kali dari Sel Tahanan

Megapolitan
Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Lihat Pelanggaran Protokol Kesehatan, Lapor ke Hotline Polisi 0822-1666-6911

Megapolitan
PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

PHRI: Protokol di Hotel untuk Isolasi Pasien OTG Akan Ketat seperti Wisma Atlet

Megapolitan
Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Selama Pengetatan PSBB, 211 Restoran di Jakarta Ditutup Sementara

Megapolitan
Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Ruko di Kebayoran Baru Terbakar, 2 Mobil Pemadam Dikerahkan

Megapolitan
Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Jadi Calon Wakil Wali Kota Tangsel, Kekayaan Rahayu Saraswati Senilai Rp 23,7 Miliar

Megapolitan
3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

3.000 Pasangan Bercerai di Jakut Setiap Tahunnya

Megapolitan
Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Wagub DKI: Aparat Pengawas PSBB 20.000 Tak Sebanding dengan 11 Juta Warga Jakarta

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X