Kompas.com - 03/06/2013, 20:51 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang mantan pengacara berinisial YHS ditangkap di Medan, Rabu (29/5/2013), oleh Badan Narkotika Nasional. Ia diduga terlibat sindikat narkoba internasional.

YHS yang juga merupakan pimpinan sebuah harian lokal di Medan ditangkap BNN di ruko miliknya. Di ruko itu, YHS menjalankan bisnis narkoba berkedok bisnis jasa pengurusan SIM dan STNK.

Deputi Pemberantasan Narkoba BNN Benny Mamoto mengungkapkan, penangkapan YHS berawal dari informasi S, seseorang yang ditangkap BNN karena memiliki sabu seberat 20 gram beberapa waktu lalu. Menurut Benny, S mengaku mendapatkan sabu itu dari YHS.

"Petugas kemudian melakukan penangkapan terhadap YHS di sebuah ruko pada Rabu malam," kata Benny, di gedung BNN, Cawang, Jakarta Timur, Senin (3/6/2013) sore.

Selain mengamankan YHS, lanjut Benny, petugas BNN juga menangkap M alias T yang merupakan rekan YHS di lokasi yang sama. Sejumlah barang bukti pun ditemukan petugas dari ruko tersebut.

"M alias T diamankan saat sedang mengonsumsi sabu," ujar Benny.

Dari ruko milik YHS tersebut, petugas BNN menyita 6.527,8 gram narkoba jenis sabu, 47 butir ekstasi seberat 15,9 gram, serbuk ekstasi dengan berat 169,5 gram, dua mobil mewah, dan uang tunai Rp 235.950.000 yang diduga hasil penjualan narkoba oleh YHS.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

YHS sendiri mengaku menjual narkoba lantaran ia juga merupakan seorang pemakai. Menurutnya, dari bisnis narkoba itu, ia bisa mendapatkan keuntungan puluhan juta rupiah.

"Beli sabu Rp 650 juta per kilo, kalau dijual (eceran untung) Rp 700 juta," kata YHS.

Berdasarkan hasil tes urine dari pihak BNN, dinyatakan pula bahwa para pelaku positif menggunakan narkoba. Mereka dijerat dengan Pasal 114 Ayat 2, Pasal 112 Ayat 2 juncto Pasal 132 Ayat 1 juncto Pasal 127 a dan b Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.