Basuki Apresiasi Kinerja Dishub DKI Tertibkan PKL

Kompas.com - 04/06/2013, 13:51 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi kinerja Dinas Perhubungan DKI yang telah menertibkan pedagang kaki lima di Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Setelah wilayah Pasar Minggu, Pemerintah Provinsi DKI akan melakukan penataan pedagang di sekitar Tanah Abang, Jakarta Pusat; Jatinegara, Jakarta Timur; dan Glodok, Jakarta Barat. Lokasi tersebut dijadikan target penataan karena maraknya PKL dan parkir liar yang memakan badan jalan serta menimbulkan kemacetan.

"Sudah bagus dishubnya. Kita memang mau lihat dan ingin jalanan itu betul-betul dirapiinlah," kata Basuki di Balaikota Jakarta, Selasa (4/6/2013).

Akhir bulan lalu Basuki meminta kepada Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono untuk menindak tegas adanya parkir liar dan pedagang yang berjualan di badan jalan. Basuki bahkan akan mencopot Pristono jika tidak sanggup mengatasi masalah tersebut. Ia mengatakan, penertiban pedagang di Pasar Minggu itu menunjukkan bahwa Dishub DKI serius mengatasi masalah kemacetan. Namun, ia akan tetap mengawasi dan mengevaluasi kinerja dinas tersebut.

"Ya, bagus itu. Jadi Pristono enggak jadi diganti, kan? Kalau dia enggak beres, diganti dia. Tapi berarti kan mesti ditakut-takuti begitu dulu baru beres," kata Basuki.

Penertiban pedagang kaki lima dan parkir liar di ruas Jalan Raya Ragunan, Pasar Minggu, dilakukan pada Senin (3/6/2013). Penertiban dilakukan oleh Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta beserta Satpol PP, kepolisian, Dinas Kebersihan, dan PD Pasar Jaya. Pristono menyatakan, setelah penertiban itu, Pemprov DKI berharap arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali lancar.

Kawasan Jalan Raya Ragunan kerap digunakan oleh PKL untuk berjualan. Para pedagang bahkan menggelar lapaknya hingga memakan setengah dari badan jalan sehingga menyebabkan kemacetan luar biasa di kawasan tersebut, terutama pada pagi dan sore hari. Jalan yang menghubungkan Jalan Raya Pasar Minggu dan Jati Padang itu setiap pagi digunakan oleh para pegadang sayur. Waktu sore, giliran pedagang pakaian dan aksesori yang menggunakannya.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

    KPAI: Faktor Ibu Kurang Teredukasi dan Kesulitan Ekonomi Berperan pada Kasus Bayi Meninggal Saat Dibawa Mengemis

    Megapolitan
    Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab,  Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

    Fasilitasi Kerumunan Rizieq Shihab, Wali Kota Jakpus Dicopot Anies, Kini Jadi Anggota TGUPP

    Megapolitan
    UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

    UPDATE 28 November: Tambah 38, Total Kasus Covid-19 di Kota Tangerang 2.836

    Megapolitan
    Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

    Stadion Persija Ditargetkan Rampung pada 2021

    Megapolitan
    KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

    KPAI Sebut Ibu yang Ajak Anak Mengemis hingga Meninggal Berpotensi Dipidana

    Megapolitan
    Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

    Gubernur Anies Copot Wali Kota Jakpus dan Kadis Lingkungan Hidup Terkait Kerumunan Rizieq Shihab

    Megapolitan
    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

    Balita Meninggal Saat Diajak Mengemis, KPAI Minta Polisi Perjelas Status Sang Ibu

    Megapolitan
    UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

    UPDATE 28 November: Total Kasus Terkonfirmasi Covid-19 di Tangsel Kini 2.624

    Megapolitan
    Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

    Pemprov DKI Raih Dua Penghargaan Bhumandala Award 2020

    Megapolitan
    Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

    Cengkareng Timur Jadi Pilot Project Kampung Tangguh Covid-19

    Megapolitan
    Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

    Fraksi PAN: Jangan Cabut Perda PPIJ

    Megapolitan
    Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

    Rahayu Saraswati Tak Terima Dikaitkan dengan Kasus Edhy Prabowo

    Megapolitan
    Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

    Pelintasan KA Sebidang di Palmerah Akan Ditutup, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

    Megapolitan
    Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

    Fakta Prostitusi Online Artis, Pemain Film dan Selebgram Dibayar Rp 110 Juta untuk Threesome

    Megapolitan
    Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

    Ini Beberapa Isu yang Jadi Sorotan Fraksi di Rapat Paripurna DPRD DKI Jakarta

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X