Kompas.com - 04/06/2013, 16:04 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua saksi persidangan kasus kecelakaan yang melibatkan seorang model foto, Novi Amelia, mengatakan bahwa Novi sedang dalam keadaan mabuk saat menabrak tujuh orang di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat.

Kedua saksi yang dihadirkan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (4/6/2013), itu adalah Sugiyanto dan Yanto. Yanto yang menjadi petugas lalu lintas Polsek Metro Taman Sari saat itu mengatakan, ketika mobil yang dikendarai Novi berhenti, ia langsung mengetuk jendela mobil. Karena tidak ada tanggapan, ia pun mengintip lewat jendela.

"Dia posisinya masih megang setir mobil, tapi kepalanya goyang-goyang kaya orang kehilangan keseimbangan gitu, seperti mau jatuh. Saya yakin dia mabuk berat," katanya di hadapan majelis hakim.

Melihat hal itu dan tidak ada tanggapan dari Novi, Yanto pun membuka pintu mobil yang ternyata tidak terkunci. Ia kaget karena ketika pintu terbuka, Novi hanya mengenakan pakaian dalam. "Saya kaget, kan dia tidak pakai apa-apa. Lalu, saya suruh ibu-ibu untuk bawa dia turun, tetapi ia meronta-ronta. Ya, namanya orang mabuk," ujarnya.

Novi mengatakan, pada saat itu dia memang dalam kondisi kurang sehat. Itu sebabnya pandangannya menjadi kabur dan akhirnya menabrak pejalan kaki. "Pikiran saya lagi bercabang pada saat itu, saya lagi stres," ujarnya kepada majelis hakim.

Sebelum mobil itu berhenti karena menabrak sebuah mikrolet, mobil Honda Jazz merah yang dikemudikan Novi menabrak tujuh pengguna jalan di sepanjang Jalan Gajah Mada, dekat Ketapang hingga Olimo, pada 11 Oktober 2012 petang. Salah satu korban yang tertabrak adalah seorang petugas lalu lintas bernama Sugiyanto.

Dalam sidang sebelumnya, Novi menerima dakwaan primer Pasal 312 dan dakwaan sekunder Pasal 310 Undang-Undang 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Novi diancam kurungan tiga tahun penjara.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
     
    Pilihan Untukmu


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads
    Verifikasi akun KG Media ID
    Verifikasi akun KG Media ID

    Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

    Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.