Basuki Senang Bank Dunia Setuju Selesaikan JEDI Dua Tahun

Kompas.com - 04/06/2013, 16:14 WIB
|
EditorLaksono Hari W

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, Bank Dunia akhirnya mau memahami keinginan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menyelesaikan program Jakarta Emergency Dredging Initiative (JEDI) atau pengerukan 13 sungai dalam jangka waktu dua tahun.

"Ya, kita senang saja, akhirnya Bank Dunia mengerti harus bisa selesai dua tahun. Soalnya dulu Bank dunia tidak mengatakan ya atau tidak untuk waktu penyelesaian normalisasi 13 sungai," kata Basuki seusai bertemu perwakilan Bank Dunia di Balaikota Jakarta, Selasa (4/5/2013).

Menurut Basuki, Pemprov DKI keberatan dengan sikap Bank Dunia yang hanya mementingkan transparansi anggaran. Bank Dunia menyatakan bahwa di lapangan akan ada kendala dalam memindahkan warga di bantaran sungai sehingga harus diberi uang kerahiman.

"Saya bilang, kalau mau transparan, apa kami masih kurang transparan? Dia bilang di lapangan bisa hadapi kendala dalam memindahkan orang. Makanya, kalau kamu tidak bisa selesai dua tahun, tetapi malah lima tahun, orang yang dapat kerahiman bisa pindah-pindah. Bisa lima kali dapat kerahiman mereka," ujar mantan Bupati Belitung Timur itu.

Basuki mengatakan, secara prinsip Bank Dunia telah menyetujui persyaratan administrasi proyek JEDI. Dengan demikian, saat ini proses tender sudah bisa dilaksanakan. Setelah itu, proses pengerjaan atau groundbreaking bisa langsung dilakukan pada bulan Juli.

Proyek JEDI yang dirintis oleh Gubernur DKI sebelumnya, Fauzi Bowo atau Foke, diperkirakan menelan anggaran sebesar 190 juta dollar AS. Bank Dunia memberikan pinjaman lunak kepada pemerintah Indonesia sebesar 139 juta dollar AS. Sisanya sebesar 51 juta dollar AS akan diambil dari APBN dan APBD DKI.

Kementerian Pekerjaan Umum juga telah menyatakan bahwa pengerjaan fisik pengerukan 11 sungai dan empat waduk di Jakarta dimulai dengan pengadaan tender fisik internasional. Tender fisik akan dimulai dengan tahap prakualifikasi dan tahap tender untuk tujuh paket kegiatan pengerukan.

Proses tender berlangsung terbuka bagi semua kontraktor. Adapun kontraktor asing yang berkeinginan mengikuti proses tender diwajibkan membentuk joint venture bersama kontraktor asal Indonesia.

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    UPDATE 21 Oktober di Tangsel: Bertambah 25 Kasus Positif, 160 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    UPDATE 21 Oktober di Tangsel: Bertambah 25 Kasus Positif, 160 Pasien Covid-19 Masih Dirawat

    Megapolitan
    Upaya Bioskop Bangkit Lagi meski Dibatasi Aturan-aturan Menonton Saat Pandemi

    Upaya Bioskop Bangkit Lagi meski Dibatasi Aturan-aturan Menonton Saat Pandemi

    Megapolitan
    Pemprov DKI Kejar Target Tingkatkan Tes Covid-19 hingga 10.000 Orang Per Hari

    Pemprov DKI Kejar Target Tingkatkan Tes Covid-19 hingga 10.000 Orang Per Hari

    Megapolitan
    Waspada Begal yang Mulai Mengincar Pesepeda di Jalan-jalan Protokol Jakarta...

    Waspada Begal yang Mulai Mengincar Pesepeda di Jalan-jalan Protokol Jakarta...

    Megapolitan
    Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Pilkada Depok, Ini Kata Tim Pradi-Afifah

    Bawaslu Catat Pelanggaran Protokol Kesehatan Saat Kampanye Pilkada Depok, Ini Kata Tim Pradi-Afifah

    Megapolitan
    Kasus Covid-19 di Tangsel Sempat Melonjak, Wali Kota Airin: Itu Kasus Lama yang Baru Ter-input

    Kasus Covid-19 di Tangsel Sempat Melonjak, Wali Kota Airin: Itu Kasus Lama yang Baru Ter-input

    Megapolitan
    10 Hari PSBB Transisi, Bagaimana Perbandingannya dengan Kasus Covid-19 Saat PSBB Ketat?

    10 Hari PSBB Transisi, Bagaimana Perbandingannya dengan Kasus Covid-19 Saat PSBB Ketat?

    Megapolitan
    Pjs Wali Kota Sebut Depok Dapat Jatah 392.000 Vaksin Covid-19 pada Tahap Pertama

    Pjs Wali Kota Sebut Depok Dapat Jatah 392.000 Vaksin Covid-19 pada Tahap Pertama

    Megapolitan
    [POPULER JABODETABEK] Pasien Positif Covid-19 Loncat dari Ambulans dan Berbaur dengan Demonstran | UMP DKI Jakarta 2021 Kemungkinan Tak Naik

    [POPULER JABODETABEK] Pasien Positif Covid-19 Loncat dari Ambulans dan Berbaur dengan Demonstran | UMP DKI Jakarta 2021 Kemungkinan Tak Naik

    Megapolitan
    Kesulitan RS Swasta di Bekasi Biayai Penanganan Covid-19 hingga Pinjam Uang ke Bank...

    Kesulitan RS Swasta di Bekasi Biayai Penanganan Covid-19 hingga Pinjam Uang ke Bank...

    Megapolitan
    Universitas Indonesia Lantik 3 Wakil Rektor Baru Kemarin

    Universitas Indonesia Lantik 3 Wakil Rektor Baru Kemarin

    Megapolitan
    Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Soroti Ketersediaan Film yang Diputar

    Bioskop di Jakarta Dibuka, Warga Soroti Ketersediaan Film yang Diputar

    Megapolitan
    [UPDATE] Grafik Covid-19 21 Oktober: Depok Catat Total 6.456 Kasus sejak Maret

    [UPDATE] Grafik Covid-19 21 Oktober: Depok Catat Total 6.456 Kasus sejak Maret

    Megapolitan
    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Nanti Siang

    Prakiraan Cuaca BMKG: Sebagian Jakarta, Bogor, dan Depok Hujan Nanti Siang

    Megapolitan
    APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

    APBD-P DKI Diproyeksikan Defisit 31,04 Persen akibat Covid-19

    Megapolitan
    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X