Tahanan Mabes Polri Diduga Dianiaya Polisi

Kompas.com - 04/06/2013, 20:18 WIB
|
EditorTjatur Wiharyo

JAKARTA, KOMPAS.com — Tahanan Direktorat IV Tindak Pidana Narkotika Mabes Polri berinisial ZT (40) mengalami luka cukup serius, diduga akibat penganiayaan oleh okum polisi berinisial S dengan pangkat brigadir kepala (bripka).

Kuasa hukum ZT, Haruna Rahman, menuturkan, kliennya dianiaya pada Minggu (2/6/2013) sekitar pukul 01.00 WIB. Peristiwa penganiayaan tersebut diduga terjadi lantaran Bripka S merasa tersindir dengan adanya isu yang menyebut dirinya menerima uang dari salah satu tahanan sebesar Rp 15 juta.

"Di dalam sel itu ada sejumlah tahanan. Ada beberapa tahanan yang dianiaya sampai akhirnya klien saya saja yang dianiaya. Saat itu klien saya ditendang, disuruh guling, sampai akhirnya batuk dan muntah darah," kata Haruna, saat dikonfirmasi Kompas.com, Selasa (4/6/2013).

Menurut Haruna, ZT pingsan dalam penganiayaan tersebut hingga pagi harinya dan baru dibawa ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, oleh petugas pada siang harinya sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga saat ini, lanjut Haruna, kliennya masih menjalani perawatan Bripka S dan beberapa orang rekannya di kepolisian disebut Haruna sempat mendatangi korban di rumah sakit.

"Mereka marah-marah dan mengintimidasi kenapa klien saya melaporkan ke keluarga. Padahal kan kalau lagi sakit di undang-undang kan boleh berkomunikasi dengan keluarga," terangnya.

Haruna mengaku telah melaporkan kasus dugaan penganiayaan tersebut ke Divisi Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri. Menurutnya, selain meminta agar kasus penganiayaan ini ditindaklanjuti, ia juga meminta agar kliennya mendapat perlindungan. Selain itu, pihaknya berencana melaporkan kejadian itu di Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

"Kita minta kasus ini ditindaklanjuti. Klien saya juga minta untuk dilindungi," ungkapnya.

ZT ditahan atas dugaan menggunakan narkotika golongan I jenis sabu dan dijerat dengan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Menurut Haruna, ZT dan seorang rekannya ditangkap di sebuah hotel di Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

"Padahal saat kejadian, klien saya tidak sendirian. Hasil tes urinenya dari penyidik negatif. Klien saya baru mau coba pakai, jadi diajak temannya," tandas Haruna.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Pedagang di Seputar Pasar Malabar Masih Langgar Aturan Jam Malam PPKM

Megapolitan
Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Aksi Penumpang Transjakarta Curi Hand Sanitizer Terekam CCTV

Megapolitan
Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Penilaian Jakarta Keluar dari 10 Kota Termacet di Dunia Disebut Kurang Akurat

Megapolitan
Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Kejari Kota Tangerang Tetapkan 2 Tersangka pada Kasus Dugaan Korupsi di RSUP Sitanala

Megapolitan
Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Wagub DKI Sebut TPU Rorotan Siapkan 1.500 Petak untuk Makam Jenazah Korban Covid-19

Megapolitan
30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

30 Jenazah Korban Sriwijaya Air Telah Diserahkan ke Pihak Keluarga

Megapolitan
Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Anak Wakil Wali Kota Tangerang Dijatuhi Hukum 8 Bulan Penjara

Megapolitan
Bank DKI Serahkan 1 Mobil Khusus untuk Dukungan Kegiatan Donasi Darah ke PMI DKI

Bank DKI Serahkan 1 Mobil Khusus untuk Dukungan Kegiatan Donasi Darah ke PMI DKI

Megapolitan
[Update 21 Januari]: Jakarta Catat 3.151 Kasus Baru Covid-19

[Update 21 Januari]: Jakarta Catat 3.151 Kasus Baru Covid-19

Megapolitan
Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

Pasien Covid-19 Meninggal Dunia di Puskesmas di Tangsel Setelah Tak Dapat Ruang ICU di Puluhan RS di Jabodetabek

Megapolitan
Jasa Raharja Telah Beri Santunan ke 39 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Jasa Raharja Telah Beri Santunan ke 39 Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182

Megapolitan
Anggota DPRD Pertanyakan Letak Lahan Makam yang Dibeli Pemprov DKI Seharga Rp 185 M

Anggota DPRD Pertanyakan Letak Lahan Makam yang Dibeli Pemprov DKI Seharga Rp 185 M

Megapolitan
Baru Dibuka 8 Hari, Sisa Liang di TPU Srengseng Sawah Diprediksi Habis Besok

Baru Dibuka 8 Hari, Sisa Liang di TPU Srengseng Sawah Diprediksi Habis Besok

Megapolitan
Polisi Diminta Usut Penarikan Paksa Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas

Polisi Diminta Usut Penarikan Paksa Kabel Listrik Rumah Pompa Dukuh Atas

Megapolitan
50 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga di Perairan Pulau Lancang, Besok

50 Keluarga Korban Sriwijaya Air SJ 182 Tabur Bunga di Perairan Pulau Lancang, Besok

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X