Kompas.com - 05/06/2013, 09:23 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelenggara Jakarta Fair tidak memiliki hak paten atas penyelenggaraan agenda tahunan Pemprov DKI Jakarta. Itu sebabnya, penyelenggaraan Jakarta Fair bisa saja dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta agar bisa lebih banyak melibatkan kalangan usaha kecil menengah.

"Selama ini tidak ada perkembangan signifikan terkait acara itu sehingga perlu dievaluasi penyelenggaraannya," ujar Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Balaikota Jakarta, Selasa (4/6/2013) malam, seusai menerima penyelenggara Jakarta Fair, Jakarta International Expo (JIExpo).

Murdaya Poo, Komisaris Utama JIExpo, seusai pertemuan itu membantah sejumlah persoalan yang berkembang seputar agenda tahunan itu. Menurut dia, akses pelaku UKM tetap dibuka. Sewa tempat untuk mereka pun dipasang dengan harga yang terjangkau. Penyelenggara tetap menggelar acara sesuai format awal yang rencananya dibuka Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jakarta Fair itu ajang yang diakui secara nasional dan internasional. Harusnya menjadi kebanggaan. Jangan dibesar-besarkan ada masalah. Nanti bisa rugi sendiri. Selama ini semakin banyak pengunjungnya. Itu tandanya berhasil. Kalau pengunjungnya turun, itu tandanya gagal," tutur Murdaya Poo.

Murdaya Poo menjelaskan, tidak ada pembatasan pelaku UKM. Mereka bisa berpartisipasi selama penyelenggaraan berlangsung. Mengenai harga sewa stan untuk UKM, harga yang dipatok panitia tergolong murah dibanding acara lain yang durasi waktu penyelenggaraannya lebih pendek. "Harga sewa stan Jakarta Fair itu paling murah. Sangat murah dibanding yang lainnya. Jadi, siapa pun yang masuk ke Jakarta Fair untungnya berlipat-lipat," katanya.

Mengenai kehadiran peserta kelas menengah atas, menurut Murdaya, keberadaan mereka tetap diperlukan. Kehadiran mereka untuk mengakomodasi konsumen kelas menengah atas yang ingin merayakan Hari Ulang Tahun Jakarta. "Jika mereka datang, pedagang kerak telor juga dapat untung," kata Murdaya.

Ralph Scheunemann, Direktur Pemasaran Jakarta Fair, mengatakan, tahun ini penyelenggara menyediakan 45 persen tempat untuk UKM dari 130.000 meter persegi area Jakarta Fair yang ada. (NDY)

 

Baca tentang


    25th

    Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X