Kopaja Diharapkan Terapkan Sistem Gaji, Bukan Setoran

Kompas.com - 05/06/2013, 14:03 WIB
Penulis Alsadad Rudi
|
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono berharap Kopaja menggunakan sistem gaji, bukan lagi setoran. Sebab, kata dia, kemungkinan adanya sopir tembak bisa dicegah. Selain itu, dengan sistem gaji, maka administrasi sopir menjadi lebih jelas.

"Manajemennya yang baik itu sebaiknya sistem gaji bulanan, meski sekarang (Kopaja) masih setoran. Selain itu mengantisipasi administrasi sopir sehingga tidak ada supir tembakan. Kemudian juga bisa mengecek armada," kata Udar dalam sambutannya di acara peresmian Kopaja AC S-602 (Ragunan-Tugu Monas) yang terintegrasi transjakarta di Terminal Ragunan, Jakarta Selatan, Rabu (5/6/2013).

Namun secara umum, Udar memuji Kopaja yang menurutnya telah memenuhi segala aspek kelayakan sebagai sebuah operator transportasi modern.

"Kopaja cukup smart untuk melayani penumpang sebagai angkutan umum karena punya badan hukum, punya pool, punya manajemen profesional. Selamat bagi Kopaja, semoga angkutan massal lainnya bisa mandiri seperti Kopaja," puji Udar.

Udar kemudian meresmikan beroperasinya Kopaja AC S-602 (Ragunan-Tugu Monas). Meski telat 2 jam dari rencana semula, acara berlangsung lancar.

Secara simbolik, peluncuran ditandai dengan pengibaran bendera Kopaja oleh Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono dan Kepala Operasional Kopaja Nanang Basuki, untuk melepas 17 bus Kopaja yang segera melayani masyarakat. Kopaja AC dengan nomor polisi B 7483 DG menjadi bus pertama yang meninggalkan Terminal Ragunan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 Sejak Awal Tahun

Petugas TPU Jombang Telah Makamkan 119 Jenazah dengan Menerapkan Protokol Covid-19 Sejak Awal Tahun

Megapolitan
Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu-sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Penyelundup 4 Kali Bawa Sabu-sabu via Bus dari Palembang ke Jakarta

Megapolitan
3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

3.900 Tenaga Kesehatan Kota Bekasi Sudah Divaksin Covid-19

Megapolitan
RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

RS Penuh, Pemerintah Belum Bayar Uang Perawatan Pasien Covid-19

Megapolitan
Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Sebaran Pasien Covid-19 Per Kecamatan di Depok, Beji Terbanyak

Megapolitan
Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Seorang Perempuan Tewas Bunuh Diri, Lompat dari Lantai 25 Apartemen di Penjaringan

Megapolitan
Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Hati-hati, Pidana Mengintai Pembuat hingga Pengguna Surat Tes Covid-19 Palsu

Megapolitan
KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

KPU Tangsel Siapkan Diri Hadapi Gugatan Kubu Muhamad-Sara

Megapolitan
Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Jakarta Punya 4 Layanan Kesehatan Gratis bagi Warga di Luar JKN

Megapolitan
Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Saat Kasus Pemalsuan Hasil Tes PCR Terungkap dan Pelakunya Dibekuk Polisi. . .

Megapolitan
Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Satu Orang Tewas dalam Pertikaian Anggota Ormas di Bekasi

Megapolitan
Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Jakarta Makamkan Sekitar 190 Jenazah Per Hari, Lebih dari Separuh Korban Covid-19

Megapolitan
Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Pemalsuan Keterangan Hasil Swab Timbulkan Klaster Covid-19 di Pesawat

Megapolitan
Mulai Hari Ini Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang

Mulai Hari Ini Jam Operasional Transjakarta Diperpanjang

Megapolitan
Depok Catat 4.792 Pasien Covid-19 Masih Dirawat atau Diisolasi

Depok Catat 4.792 Pasien Covid-19 Masih Dirawat atau Diisolasi

Megapolitan
komentar di artikel lainnya
Close Ads X