Kompas.com - 05/06/2013, 14:17 WIB
EditorAna Shofiana Syatiri

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepulauan Seribu yang menjadi obyek pariwisata warga dari berbagai daerah ternyata tidak sepenuhnya memberikan nilai positif bagi warga lokal yang telah menetap di sana. Selain persoalan ekonomi yang masih sulit, ternyata beberapa pulau sudah dimiliki oleh pihak swasta.

"Selama ini kami menyewa. Inginnya menjadi hak milik sih," ujar Sabarudin, seorang warga di Pulau Pari, Kepulauan Seribu, usai menyaksikan pelantikan Bupati Kepulauan Seribu yang baru, Asep Syarifudin di Pantai Pasir Perawan, Pulau Pari, Rabu (5/6/2013).

Sabarudin menjelaskan, dengan menyewa sejumlah lahan yang sudah menjadi milik swasta tersebut, dirinya dan warga lainnya merasa kesulitan mendapatkan keuntungan lebih, lantaran harus dibagi untuk membayar sewa.

"Saya minta tanah ini dilepasinlah dari PT Bumi Raya. Ini supaya warga ini tidak resah. Lebih baik karena ini dibagi, karena ini tanah sengketa," ucap Sabarudin.

Sabarudin mengatakan, sudah 20 tahun tanah yang ia tempati sudah dikuasai pihak swsata atau masih menjadi sengketa.
Dengan hadirnya Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan dilantiknya Bupati Kepulauan Seribu yang baru, dia berharap mendapat perhatian lebih dari Pemerintah Kabupaten Kepulauan Seribu.

"Harapan lebih baik lagi, pariwisatanya bisa ditingkatkan lebih maju," ucap Sabarudin.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


    Video Pilihan

    26th

    Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

    Syarat & Ketentuan
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
    Laporkan Komentar
    Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

    Terkini Lainnya

    komentar di artikel lainnya
    Close Ads X
    Lengkapi Profil
    Lengkapi Profil

    Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.